( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Begini Cara Ampuh Membuat Tanaman Alpukat Bebas Hama Dan Tumbuh Subur

Saturday, February 29th 2020.

Sudah melakukan cara yang benar untuk membasmi hama ditanaman alpukat tapi tidak berhasil juga? Sudah coba berbagai cara pembasmian hama agar membuat tanah subur tapi tidak berhasil? Hama tanaman alpukat memang menjadi salah satu penyebab mengapa tanaman buah alpukat tersebut tidak dapat tumbuh subur. Maka untuk membuat tanaman tersebut tumbuh subur tentulah hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pembasmian hama yang ada pada tanaman.

Serangan hama dan penyakit pada tanaman alpukat tidak hanya berdampak pada subur dan tidaknya tanaman. Akan tetapi juga dapat berdampak pada penurunan tingkat produksi dan kualitas buah yang dihasilkan. Bahkan lebih parahnya lagi ketika hama dan penyakit tidak teratasi, maka akan menyebabkan tanaman alpukat tersebut mati. Untuk itu, sebagai pembudidaya tanaman buah alpukat agar dapat membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik dan berbuah, Anda perlu memahami apa saja serangan hama dan penyakit yang biasanya menyerang.

Anda pula perlu mengetahui bagian mana saja yang diserang dan bagaimana cara pengendalian pada tanaman alpukat tersebut. Nah untuk memudahkan Anda, kali ini Kami kan bahas mengenai hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman buah alpukat.

Jenis Hama Dan Penyakit Tanaman Alpukat Dan Cara Mengendalikannya

Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang pada tanaman alpukat beserta cara pengendaliannya.

1. Hama Pada Daun Alpukat

a. Ulat Kipat (Criculatris fenestrate Helf)

Jenis ulat kipat adalah salah satu jenis hama dengan ciriciri panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor dari ulat ini berwarna merah menyala. Ciri-ciri tanaman yang terkena hama ulat kipat ini daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.

  • Cara pengendalian hama ulat kipat : Secara nabati menggunakan ekstrak daun Pepaya. Atau bisa pula menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter.
  • Cara pembuatannya : Rendam 50 gram irisan daun pepaya dalam 100 ml air, lalu aduk rata supaya tercampur dan rendam selama 24 jam. Kemudian rendaman tersebut diperas dan disaring. Tambahkan larutan tersebut dengan 2-3 liter air aduk rata dan segera semprotkan keseluruh bagian tanaman yang terserang oleh ulat kipat ini.

b. Ulat Kupu-kupu Gajah (Attacus atlas L.)

Jenis hama yang kedua adalah ulat kupu-kupu Gajah. Ciri-ciri dari kupu-kupu gajah yakni sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat dari kupu-kupu ini berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupanya terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Apabila tanaman alpukat terkena oleh hama ulat kupu-kupu gajah, gejalanya sama dengan hama ulat kipat, hanya saja tidak ada kepompong yang bergelantungan.

  • Cara Pengendalian : hama ini bisa di kendalikan menggunakan bahan nabati seperti ekstrak bawang putih.
  • Cara Pembuatan : Hancurkan 5 siung bawang putih ditambah dengan 50ml minyak sayur atau misa dengan satu sendok makan. Tambahkan pula detergen sebanyak satu sendok makan. Semua bahan dicampur merata kemudian ditambahkan air dan disimpan dalam botol paling lama 3 hari. Campurkan larutan tadi dengan air untuk menyemprot.

c. Aphis gossypii Glov (A. Cucumeris, A. Cucurbitii)

Jenis hama yang satu ini memiliki ciri-ciri yaitu warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kuning coklat. Biasanya hama ini mengeluarkan embun madu yang ditumbuhi cendawan jelaga. Sehingga daun yang ditempeli hewan ini akan menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala tanaman alpukat yang terkena hama Aphis gossypii Glov adalah pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin.

  • Cara pengendalian : Dibasmi dengan ekstrak cabai merah atau bisa dengan disemprot insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.
  • Cara Pembuatan : 4 mangkuk cabai merah atau biji cabai merah ditambah 30 gram detergen. Cabai merah tersebut kemudian didihkan selama 20 menit kemudian ditambah 3 liter air dan didinginkan. Setelah disaring, tambahkan detergen dan aduk hingga rata. Semprotkan pada seluruh bagian tananaman yang terserang pada pagi atau sore hari.

d. Kutu Dompolan Putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso)

Hama kutu Dompolan Putih memiliki ciri-ciri tubuh yaitu bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih. Ukuran tubuhnya 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya.

Tanaman alpukat yang serang hama Kutu Dompolan Putih menunjukkan gejala antara lain : Pertumbuhan tanaman terhambat menjadi kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang oleh hama ini akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering.

  • Cara pengendalian : Menggunakan bahan-bahan dapur seperti ekstrak jahe dan bawang putih atau disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi formula.
  • Cara Pembuatan : Hancurkan jahe sampai halus, tambahkan air, dan detergen. Lalu aduk hingga rata dan dapat disemprotkan langsung ke tanaman.

d. Tungau Merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)

Hama Tungau Merah memiliki ciri fisik antara lain tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan. Untuk tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Tanaman yang terkena hama ini memiliki gejala : permukaan daun berbintik-bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Biasanya di bawah permukaan daun tersebut tedapat anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok.

  • Cara pengendalian : secara nabati adalah dengan ekstrak ketumbar atau disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha.
  • Cara pembuatan : hancurkan sebanyak 200 biji ketumbar. Didihkan dalam air selama 10 menit. Lalu dinginkan dan saring. Tambahkan larutan tersebut dengan 2 liter air, lalu semprotkan ke seluruh bagian tanaman terutama pada pagi hari.

2. Hama Pada Buah Alpukat

Selain menyerang pada daun tanaman alpukat, hama dan penyakit juga menyerang pada buah. Beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang buah alpukat yaitu :

a. Lalat Buah Dacus (Dacusdorsalis Hend.)

Lalat buah dacus ini memiliki ciri-ciri ukuran tubuh 6 – 8 mm dengan bentangan sayap 5 – 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Ciri-ciri tanaman yang terserang oleh lalat ini antara lain : terlihat bintik hitam/benjolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva.

  • Cara pengendalian : Menggunakan ekstrak selasih atau bisa dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Bisa juga dengan penyemprotan insektisida yang dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati.
  • Cara pembuatan : Sediakan 50 gram daun selasih kemudian dirajang dan direndam selama 24 jam. Kemudian saring dan tambahkan detergen, aduk hingga rata. Cairan tersebut dapat disemprotkan langsung ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari.

b. Codot (Cynopterus sp.)

Hama yang ini menjadi salah satu hama yang paling banyak menyerang buah termasuk buah alpukat. Gejala yang dialaminya antara lain : Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja.

  • Cara pengendalian : Lakukan penangkapan codot menggunakan jala/menakut- nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.

3. Hama Cabang Tanaman Alpukat

Berikutnya yang juga terserang hama adalah bagian cabang tanaman alpukat, beberapa hama yang sering menyerang diantaranya :

a. Kumbang Bubuk Cabang (Xyleborus coffeae Wurth)

Gejala yang dialami jika terserang hama kumbang bubuk cabang  antara lain terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan tersebut dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati.

  • Cara pengendalian : Menggunakan ekstrak daun selasih. Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Atu bisa juga melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter.
  • Cara pembuatan : Sediakan 50 gram daun selasih kemudian dirajang dan direndam selama 24 jam, saring dan tambahkan detergen, aduk hingga rata. Cairan tersebut bisa langsung disemprotkan pada seluruh bagian tumbuhan.

Jenis Penyakit Yang Terjadi Pada Tanaman Alpukat

Tidak hanya hama yang dapat membuat tanaman menjadi tidak subur, akan tetapi penyakit yang terjadi pada tanaman juga berbahaya. Berikut adalah jenis penyakit yang terdapat pada tanaman alpukat :

  1. Antraknosa

Penyakit ini disebabkan Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala yang dialami oleh tanaman jika terserang penyakit ini antara lain tanaman berubah menjadi cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.

  • Cara pengendalian : Menggunakan ekstrak bawang merah, bisa dengan melakukan pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
  • Cara pembuatan : Hancurkan bawang merah ditambah air, aduk hingga rata dan disaring. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman.
  1. Bercak Daun atau Bercak Cokelat

Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur cercospora purpurea Cke. Atau dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala yang terjadi jika tanaman ini terkena penyakit bercak daun adalah : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain.

  • Pengendalian : Menggunakan ekstrak bawang putih. Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
  • Cara pembuatan : Dua siung bawang putih di hancurkan dan rendam dalam air selama 24 jam. Lalu tambahkan 4 gelas air dan detergen. Tambahkan air dengan perbandingan 1 : 9. Diaduk sebelum digunakan lalu semprotkan ke tanaman yang terserang.
  1. Busuk Akar dan Kanker Batang

Penyakit busuk akar ini disebabkan oleh jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik. Jamur ini menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala yang terjadi jika tanaman terkena penyakit ini antara lain: Bila tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang.

  • Pengendalian : Ekstrak daun sirih, atau drainase perlu diperbaiki, jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru.
  • Cara pembuatan : Hancurkan 300 lembar daun sirih (dengan blender/ditumbuk) dan campur dengan 1 liter air. Semprotkan cairan ke seluruh bagian tanaman.
  1. Busuk Buah

Penyakit busuk buah disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae pat. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Tanaman yang terserang penyakit busuk buah menunjukkan gejala antara lain : Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur, yang kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil.

  • Pengendalian : Ekstrak daun cengkeh atau oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb, dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
  • Cara pembuatan : Tumbuklah daun cengkeh kering sebanyak 50- 100 gram, lal taburkan langsung ke tanaman yang terserang dengan cara ditabur di atas permukaan tanah.

Nah itulah beberapa jenis hama dan penyakit yang terjadi pada tanaman alpukat. Semoga bermanfaat.

Produk terbaru

Rp 150.000 250.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Mangga Alpukat
Harga Rp 150.000 250.000
Anda HematRp 100.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 150.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPupuk Organik Khusus Tanaman Anggur
Harga Rp 150.000 200.000
Anda HematRp 50.000 (25.00%)
Lihat Detail
Rp 200.000 350.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Buah Manggis
Harga Rp 200.000 350.000
Anda HematRp 150.000 (42.86%)
Lihat Detail
Rp 150.000 250.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Buah Jambu Biji Variegata
Harga Rp 150.000 250.000
Anda HematRp 100.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 150.000 300.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Durian Merah
Harga Rp 150.000 300.000
Anda HematRp 150.000 (50.00%)
Lihat Detail
Rp 150.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Buah Long Murbei
Harga Rp 150.000 200.000
Anda HematRp 50.000 (25.00%)
Lihat Detail
Rp 150.000 250.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Mangga Okyong
Harga Rp 150.000 250.000
Anda HematRp 100.000 (40.00%)
Lihat Detail
Rp 100.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Buah Pepaya Bangkok
Harga Rp 100.000 150.000
Anda HematRp 50.000 (33.33%)
Lihat Detail

Rekening Bank

3270296652 a.n. Dwi Setiawan
138-00-1490645-2 a.n. Dwi Setiawan
0395463300 a.n. Dwi Setiawan
0149-01-044031-50-2 a.n. Dwi Setiawan

Pengiriman