( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Budi Daya Alpukat Wina bagi Pemula

Thursday, November 15th 2018.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten7

Berbicara tentang alpukat, pasti yang terbayangkan adalah buah yang lembut di mulut, kaya manfaat untuk kesehatan, dan lezat dijadikan olahan apa saja. Selama ini kita mengenal alpukat mentega yang lumer di lidah dan gurih rasanya. Bagaimana seandainya rasa yang nikmat itu tersaji dalam ukuran yang sangat besar? Pasti nikmatnya semakin berganda. Begitulah jika kita menikmati alpukat wina. Namanya alpukat wina. Apakah asalnya dari Wina, Austria? Ternyata bukan.

Alpukat wina adalah jenis alpukat lokal yang dibudidayakan pertama kali oleh kelompok tani di Desa Jetis, Kabupaten Semarang. Pada dasarnya merupakan tipe alpukat mentega dengan warna kulit hijau mengilap dan tebal. Bentuknya agak bulat, ukuran jumbo dengan berat mencapai 1,5 – 2 kg per buah. Dengan rasa nikmat, lembut, gurih, dan sedikit manis, tidak heran jika alpukat wina dinyatakan memiliki kualitas super. Menilik keuntungan-keuntungan memiliki tanaman buah ini, apakah Anda tertarik untuk mencoba membudidayakannya?

Berikut pertunjuk mudah penanaman dan perawatan alpukat wina agar tumbuh optimal dan cepat menghasilkan bagi pemula.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten2

Karakteristik dan syarat tumbuh alpukat wina

Pohon alpukat wina memiliki ciri-ciri daun yang memanjang 12 – 25 cm. Bunganya tersembunyi, berwarna hijau kekuningan, ukurannya 5 – 10 mm. Selain buahnya berukuran besar, bijinya juga relatif kecil. Daging buah berwarna kuning, tebal, tanpa serat, lebih pulen, lembut, gurih, dan sedikit manis. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur, tanah lempung dan memiliki unsur hara yang cukup. Tumbuh optimal di ketinggian 200 – 1000 mdpl, dengan pH tanah 5,6 – 6,4. Curah hujan 750 – 1000 mm/tahun, suhu  15 – 30 derajat Celsius, dan intensitas cahaya 40 – 80%.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten5

Pemilihan bibit unggul

Ketika memutuskan untuk membudidayakan suatu tanaman, tentunya Anda mengharapkan hasil yang baik. Hasil yang baik diawali dengan pemilihan bibit yang berkualitas. Sekalipun tanaman alpukat dapat diperbanyak dengan biji, pemilihan bibit yang berasal dari biji bukanlah pilihan yang terbaik. Sebab, selain sifat tanaman cenderung tidak sama dengan induknya, dan pertumbuhannya relatif lebih lambat. Masa pembungaan hingga pembuahannya pun memakan waktu lebih lama.

Pilihan bibit yang terbaik adalah bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu okulasi atau sambung pucuk. Selain memiliki sifat-sifat yang sama dengan induknya, pertumbuhan dan masa panennya datang lebih cepat. Bibit hasil perbanyakan okulasi/sambung sudah dapat belajar berbuah dalam 2 – 3 tahun dan mencapai masa produktifnya pada usia 4 – 6 tahun. Pilihlah bibit yang memiliki tampilan fisik sehat, segar, batangnya tegak dan kokoh, perakaran kuat, serta bebas dari hama dan penyakit.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-alpukat-aligator-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten 21

Pengolahan lahan

Sebelum menanam bibit alpukat wina, terlebih dahulu diperlukan pengolahan lahan. Bersihkan lahan dari gulma, tumbuhan liar, semak-semak, dan bebatuan. Atur jarak tanam 6 x 6 m atau 7 x 7 m tergantung pada berapa banyak bibit yang akan ditanam dan berapa luas lahan yang Anda miliki. Buatlah lubang tanam berukuran 70 x 70 x 70 cm, biarkan terbuka selama kira-kira 2 minggu.

Saat menggali, pisahkan tanah bagian atas dan bagian bawah. Tanah bagian atas diberi campuran pupuk kandang yang disesuaikan dengan luas lahan. Untuk lahan berukuran 1 Ha biasanya dibutuhkan 25 kg pupuk kandang. Tutup kembali lubang tanam dengan urutan tanah lapisan bagian bawah dahulu, disusul lapisan bagian atas yang sudah dicampuri pupuk. Beri tanda dengan ajir agar posisi tanam tidak keliru. Pengolahan lahan ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau agar proses penanaman dapat dilakukan pada awal musim hujan.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten6

Proses penanaman

Penanaman bibit alpukat wina sebaiknya pada awal musim hujan, lubang tanam yang telah ditutup digali lagi. Iris polybag agar bibit dapat dikeluarkan tanpa merusak akar. Masukkan bibit dan media tanamnya ke dalam lubang hingga leher batang. Timbun kembali dan ikatkan pada tajir agar tidak roboh. Beri naungan untuk menghindari sinar matahari langsung, terpaan angin, dan siraman air hujan. Naungan dibuat miring dengan bagian sebelah timur lebih tinggi. Peneduh ini diperlukan sampai tumbuh tunas baru di usia kurang lebih 2 – 3 minggu setelah penanaman.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten9

Pemeliharaan

Tahap pemeliharaan alpukat wina meliputi penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah secara berkala, pemangkasan, dan pemupukan. Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air sehingga perlu disirami setiap hari 2 kali pagi dan sore. Pernyiraman tidak diperlukan apabila sudah memasuki puncak musim hujan. Jagalah sanitasi kebun dengan rajin melakukan penyiangan terhadap gulma dan rumput liar. Gunakan cangkul agar dapat membersihkan sampai ke akar-akarnya, sekaligus untuk menggemburkan tanah.

Gulma dan rumpur liar yang dibiarkan dapat menjadi inang dari berbagai hama dan penyakit tanaman. Penggemburan tanah secara berkala diperlukan karena tanah lama-kelamaan akan mengalami kepadatan sehingga rongga udara dan air tanah berkurang. Penyerapan nutrisi oleh akar akan terganggu. Penggunaan cangkul hendaknya secara hati-hati agar tidak justru merusak akar alpukat wina.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten

Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Tutup luka bekas pemangkasan dengan parafin cair agar tidak terinfeksi penyakit. Hama pada tanaman alpukat wina adalah kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) dan ulat kipat (Cricula trisfenestrata helf). Penyakit yang menyerang alpukat wina adalah antraktosa dan bercak daun atau bercak coklat. Antraktosa disebabkan oleh jaemur Colletotrichum gloeosporioides, sementara bercak daun atau bercak coklat disebabkan oleh Pseudocercospora purpurea.

Baca juga : 

Lakukan pengendalian hama secara mekanis atau menggunakan musuh alami. Namun, apabila serangan hama cukup parah, gunakan pestisida berbahan aktif abamektin untuk menanggulangi hama kupu-kupu gajah dan sipermetrin untuk menanggulangi ulat kipat. Sementara penyakit-penyakit tanaman alpukat wina dapat ditanggulangi dengan pemberian fungisida berbahan aktif propamocarb, clorotalonil, atau ziram dengan dosis sesuai ketentuan.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten4

Untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh optimal, cepat berbuah, dan tetap produktif tentunya kandungan nutrisi dalam tanah harus tetap dijaga. Salah satunya dengan cara pemberian pupuk secara berkala. Oleh karena rambut akar tanaman ini sangat sedikit dan sistem pertumbuhan akarnya kurang ekstensif, maka pemberian pupuk hendaknya sedekat mungkin dengan akar. Buatlah lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk sedalam 30 cm, tebarkan pupuk ke dalam lubang, lalu timbun kembali dengan tanah.

Pupuk yang digunakan meliputi pupuk urea, TSP, dan KCl dengan dosis sesuai umur. Pada fase pertumbuhan (umur 1 – 2 tahun) dosisnya meliputi 0,27 – 1,1 kg urea, 0,5 – 1 kg TSP, dan 0,2 – 0,83 kg KCl per pohon. Pada fase produksi (umur 3 – 4 tahun) dosisnya meliputi 2,22 – 3,55 kg urea, 3,2 kg TSP, dan 4 kg KCl per pohon. Dosis tersebut dibagi dalam 4 kali pemberian setahun dengan interval 3 bulan. Adapun pemberian pupuk kandang adalah setiap 6 bulan sekali sebanyak 20 kg per hektar.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten8

Pemanenan

Meskipun pada usia 2 – 3 tahun tanaman alpukat wina yang diperbanyak dengan cara okulasi/sambung pucuk mungkin sudah mulai belajar berbuah, tetapi panen sendiri baru dapat dilakukan pada usia 4 – 5 tahun. Ini jauh lebih cepat daripada bibit yang diperbanyak melalui biji yang bisa mencapai usia 10 – 15 tahun untuk mulai berbuah. Proses pembuahan diawali dengan pembungaan. Bunga mulai muncul pada awal musim hujan. Buah akan matang dalam 6 – 7 bulan setelah bunga mekar. Biasanya panen terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari.

Ciri-ciri buah alpukat wina yang sudah matang sebagai berikut.

  • Kulit berwarna tua/gelap, tetapi belum coklat atau kemerahan, dan tidak mengilap.
  • Suaranya tidak nyaring ketika diketuk.
  • Jika digoyang-goyangkan akan terdengar suara tumbukan antara biji dengan daging buah.

Proses pemanenan secara normal adalah dipetik dengan tangan. Tetapi apabila pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat, gunakan galah yang diberi tangguk kain atau karung goni pada ujungnya. Potong pada tangkai sekitar 3 – 5 cm dari pangkal untuk mencegah memar atau luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten11

Penanaman di pekarangan rumah atau di dalam pot

Jika Anda tidak memiliki lahan yang luas untuk membudidayakan alpukat wina, bukan berarti Anda tidak dapat memiliki tanaman unik ini di rumah. Manfaatkan saja pekarangan rumah Anda atau tanam alpukat wina di dalam pot. Hanya saja karena tanaman ini cenderung tumbuh besar, maka pemangkasan perlu lebih sering dilakukan. Tujuannya untuk menjaga agar tanaman tidak terlalu besar.  Penanaman di pekarangan dapat mengikuti langkah-langkah budi daya di atas, tentu saja dengan sejumlah penyesuaian.

Adapun penanaman dalam pot memerlukan jenis pot yang berbahan kuat dan berukuran cukup besar, minimal berdiameter 60 cm. Penggantian media tanam setidaknya tiap 3 – 5 tahun sekali. Sementara penggantian pot dilakukan apabila pot sudah terlalu kecil atau rusak. Media tanamnya sendiri meliputi campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan seimbang. Pemupukan selain menggunakan urea, TSP, dan KCl dengan dosis yang disesuaikan, perlu ditambahkan pupuk daun sesuai dengan fase pertumbuhannya satu minggu sekali.

Baca Juga :

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Alpukat-Wina-Jumbo-Langka-Murah-online-di-kota-kabupaten3

Demikianlah cara pembudidayaan alpukat wina agar cepat berbuah dan tetap produktif. Selamat mempraktikkannya di lahan Anda. Untuk mendapatkan bibit alpukat wina yang berkualitas, silakan hubungi kami di situs www.samudrabibit.com.

Kami juga menyediakan bibit dari jenis-jenis alpukat yang lain berikut pupuk organik khusus tanaman alpukat. Selain bibit dan pupuk yang berkualitas dengan harga murah, kami juga menjual berbagai macam bibit tanaman unggulan secara grosir dan melayani pembelian secara online.

Anda juga dapat mengunjungi kebun kami di Perumahan Bumi Saraswati, desa Gaum, kecamatan Tasikmadu, kabupaten Karanganyar untuk melihat langsung proses pembibitan dan pemeliharaan tanaman alpukat wina kami.

Incoming search terms:

  • ciri alpuket wina
  • ciri daun alpukat wina

Produk terbaru

Rekening Bank

3270296652 a.n. Dwi Setiawan
138-00-1490645-2 a.n. Dwi Setiawan
0395463300 a.n. Dwi Setiawan
0149-01-044031-50-2 a.n. Dwi Setiawan

Pengiriman