( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Langkah-Langkah Dalam Budidaya Tanaman Buah Kiwi

Tuesday, January 15th 2019.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.1Buah kiwi selama ini dikenal sebagai buah-buahan impor yang harganya cukup tinggi. Oleh karena harganya yang tinggi tersebut, tidak semua orang dapat menikmatinya sesering mungkin, padahal buah yang unik ini memiliki manfaat yang sangat kaya bagi kesehatan. Sebagai buah impor dari negara-negara subtropis, sepertinya tidak mungkin untuk membudidayakannya di Indonesia. Benarkah demikian? Ternyata tidak.

Dengan langkah-langkah penanaman dan pemeliharaan yang tepat, buah kiwi dapat dibudidayakan di Indonesia dengan kualitas hasil yang tidak kalah dibandingkan dari negara-negara pembudidayanya. Bagaimana cara membudidayakan tanaman kiwi di wilayah tropis seperti Indonesia? Berikut langkah-langkah dan berbagai informasi yang perlu Anda ketahui dalam pembudidayaan tanaman kiwi.

ASAL-USUL DAN SENTRA PEMBUDIDAYAAN KIWI

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.2Banyak orang mengira bahwa tanaman kiwi merupakan endemik Selandia Baru karena namanya. Nama kiwi diasosiasikan dengan nama burung khas yang menjadi ikon nasional negara tersebut yang kebetulan memiliki warna bulu mirip dengan buah eksotis ini. Selandia Baru memang merupakan sentra pembudidayaan tanaman ini. Tidak hanya sebagai salah satu pemasok kiwi terbesar di dunia, kualitas kiwi dari negara ini dikenal sebagai yang paling baik. Perkebunannya pun paling maju karena didukung penuh oleh pemerintah setempat.

Akan tetapi, ternyata anggapan tersebut keliru. Buah ini sama sekali bukan buah endemik Selandia Baru. Asal muasal kiwi justru dari Cina. Sejatinya, kiwi adalah tanaman liar. Namanya dalam bahasa Cina adalah mihoutao (kemudian disingkat menjadi tao), artinya persik monyet. Diberi nama demikian karena buah ini sangat disukai monyet. Habitat aslinya berada di antara lembah sungai Yang-Tze di selatan dan lembah sungai Hanzi di utara. Di mana letak persisnya, ada banyak pendapat.

Ada yang menyebutkan bahwa kiwi berasal dari Provinsi Shaanxi, di barat daya Cina. Sumber lain menyatakan  kiwi berasal dari kota Ichang di utara sungai Yangtze dan dari Provinsi Zhejiang di pantai timur. Dari manapun letak habitat asli tanaman kiwi, yang jelas sumber sejarah menunjukkan bahwa buah tao sudah disebut dalam berbagai tulisan kuno Cina dari tahun 1000 – 500 SM. Bukti mengenai buah tao juga muncul dalam puisi zaman Dinasti Tang (714 – 770 M). Sebuah catatan tertulis dari Dinasti Song (abad ke-12) menyebutkan kiwi liar sebagai pengobatan.

Tanaman kiwi mulai mendunia pada tahun 1900-an, awalnya di Inggris dan Amerika Serikat. Empat tahun kemudian kiwi masuk ke Selandia Baru. Sejarahnya, seorang misionaris asal Selandia Baru bepergian ke Cina. Pulangnya ia membawa benih buah ini dan memberikannya kepada seorang petani. Pada tahun 1910, buah kiwi yang pertama berhasil tumbuh dan kemudian berkembang hingga menjadi perkebunan besar. Sebagian besar petani Selandia Baru memiliki perkebunan kiwi dan bernaung dalam koperasi. Kini, buah kiwi menjadi komoditi unggulan negara ini.

Buah yang sejatinya merupakan jenis beri-berian, sama seperti anggur dan strawberry, ini semula dikenal sebagai gooseberry cina. Kemudian pada tahun 1950-an (era perang dingin), namanya diubah menjadi melonette (mengacu pada kemiripannya dengan buah melon, melonette artinya melon mini).  Alasan perubahan nama ini karena pada saat itu hal-hal yang berbau negara atau bangsa Cina kurang disukai sehingga penjualan buah ini tidak menguntungkan. Namun, penyebutan melonette ternyata juga kurang berhasil meningkatkan daya jual kiwi.

Amerika Serikat dan Inggris pernah mengklaim kiwi sebagai buah hasil kekayaan negeri mereka. Namun pada tahun 1959, Selandia Baru memenangkan klaim tersebut dan mengganti nama buah ini menjadi kiwifruit. Penambahan kata fruit di belakang kata kiwi untuk membedakan antara buah tersebut dengan nama burung yang menjadi ikon nasional negara tersebut. Nama ini dipopulerkan sejak tahun 1960-an dan sukses meningkatkan daya jual kiwi di pasar dunia. Nama kiwi sekarang lebih populer sebagai sebutan untuk buah berbulu ini.

Selain Selandia Baru, negara-negara yang terkenal dengan budi daya kiwinya, antara lain, Cina, Italia, Chile, Afrika Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Iran, dan Kamboja. Di Indonesia, beberapa wilayah mulai mengembangkan budi daya tanaman kiwi, seperti di Tangerang (Banten) dan Tasikmalaya (Jawa Barat). Akan tetapi, belum ada sentra pembudidayaan yang cukup besar. Seperti halnya anggur, keberhasilan budi daya kiwi masih bersifat setempat, belum dapat dirasakan dalam skala nasional dan belum dapat memenuhi kebutuhan lokal.

MORFOLOGI DAN JENIS-JENIS TANAMAN KIWI

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.3Tanaman kiwi merupakan tanaman merambat dengan jangkauan tumbuh 6 m hingga 10 m. Memiliki daya tahan yang tinggi, mampu hidup hingga 50 tahun. Batangnya bulat memanjang dengan warna beragam, mulai dari hijau, kecoklatan, dan keabu-abuan. Cabangnya banyak dari tiap sisi batang utama dengan panjang berbeda-beda. Lapisan kulit batangnya tipis dengan batang dalam yang lunak, namun kuat menahan bobot buah, daun, dan bunga, serta sebaran cabangnya yang bisa sangat berat. Seiring bertambahnya usia, ukuran batang akan semakin besar.

Akarnya semu atau tunggang dengan panjang ±1 – 2 m atau lebih. Akar tunggalnya berada di dalam tanah, sementara akar serabutnya menyebar di atas permukaan tanah. Fungsi akar bagi tanaman ini adalah untuk menyerap kandungan air dan nutrisi, juga sebagai penyangga batang. Daun kiwi berbentuk oval hampir melingkar, ukurannya besar dengan diameter 7,5 – 12,5 cm. Permukaan daun kasar. Daun mudanya dilapisi bulu halus berwarna kemerahan. Daun tua berwarna hijau gelap dengan bulu halus yang tampak dari permukaan atas berwarna putih.

Kiwi termasuk jenis tanaman dioecious, artinya membutuhkan tanaman jantan dan betina untuk proses pembuahannya. Cara membedakan tanaman jantan dan betina adalah dengan memerhatikan bunganya. Secara umum, bunga kiwi berwarna putih kekuningan, berbau harum, terdiri atas 5 – 6 kelopak. Diameter bunga 2,5 – 5 cm. Bunga betina memiliki stigma yang panjang dan lengket di bagian tengahnya (putik). Bunga betina tidak menghasilkan polen atau serbuk sari.

Ovariumnya berwarna putih cerah di dasar bunga. Warna bunga jantan lebih dominan kuning dan memiliki wadah serbuk sari di bagian tengah. Penyerbukan tanaman kiwi dibantu angin dan lebah. Akan tetapi, bunga tanaman ini ternyata kurang menarik bagi lebah karena tidak mengandung nektar sehingga kadangkala dibutuhkan campur tangan manusia agar penyerbukan dapat terjadi. Satu tanaman jantan cukup untuk membuahi delapan tanaman betina. Untuk mempermudah penyerbukan, jarak tanam tanaman jantan dan betina sebaiknya tidak terlalu jauh.

Kiwi merupakan sejenis beri kelompok kultivar yang sama dengan anggur. Diperkirakan ada sekitar 50 – 60 tanaman kiwi, yang paling umum adalah Actinidia deliciosa yang memiliki buah oval seperti telur, dengan kulit berbulu halus dan berwarna coklat keabu-abuan, kedua ujungnya agak lebar. Sekilas mirip dengan buah sawo. Panjang buah 5 – 8 cm, diameternya 4 – 5 cm. Bijinya kecil hitam, lunak dapat dimakan bersama daging buah. Teksturnya lembut dan halus. Rasanya asam manis segar. Populer dengan nama kiwi hijau karena daging buahnya berwarna hijau cerah.

Baca juga :

Jenis lain yang juga populer, meski belum sebanyak kiwi hijau, adalah Actinidia chinensis atau lebih dikenal dengan sebutan golden kiwi. Disebut demikian karena daging buahnya berwarna kuning keemasan. Ukurannya tidak sebesar kiwi hijau, tetapi rasanya lebih dominan manis dan kulit buahnya lebih mulus. Kandungan vitamin E pada golden kiwi lebih banyak daripada kiwi hijau. Baik Actinidia deliciosa maupun Actinidia chinensis dapat dibudidayakan di wilayah tropis maupun subtropis karena membutuhkan cuaca yang lebih hangat.

Untuk daerah-daerah yang beriklim dingin dan sangat dingin, varian kiwi yang dapat tumbuh dengan baik adalah Actinidia arguta (Hardy kiwi) dan Actinidia kolomikta (super-Hardy kiwi). Disebut demikian karena buahnya kecil-kecil dan tidak berbulu, mirip buah anggur. Jenis ini termasuk kategori Arctic kiwi. Karena tidak berbulu, kiwi beri dapat dimakan dengan kulitnya. Actinidia deliciosa sendiri ada beberapa macam. Actinidia deliciosa Hayward adalah jenis tanaman kiwi hijau yang merupakan tanaman betina. Ukuranya paling besar, begitu pula dengan ukuran buahnya.

Jenis inilah yang paling sering ditemui dan paling mudah dibudidayakan. Ada banyak lagi kultivar betina selain A. deliciosa Hayward, seperti A. deliciosa Saanichton yang dikembangkan di Kanada, A. deliciosa Elmwood, A. deliciosa Dexter, A. deliciosa Abbot, A. deliciosa Tewi, Vincent, Allison, Bruno, Gracie, dan Monty. Penambahan nama-nama di belakang nama latin Actinidia deliciosa ini merujuk pada nama-nama petani kiwi yang mengembangkan kultivar-kultivar baru dengan tujuan mencari jenis tanaman kiwi yang paling cocok dengan wilayah masing-masing.

Sebagai pasangannya, ada dua jenis: Actinidia deliciosa Matua dan Actinidia deliciosa Tamori, merupakan tanaman jantan yang berfungsi membuahi tanaman betina. Actinidia deliciosa Matua lebih banyak digunakan sebagai pasangan, tetapi Actinia deliciosa Tamori, yang merupakan kultivar yang lebih baru, memiliki jumlah serbuk sari yang lebih banyak sehingga lebih menguntungkan sebagai tanaman jantan. Kedua jenis kultivar jantan ini dikembangkan di Selandia Baru. Di Amerika Serikat, kultivar jantan yang digunakan adalah A. deliciosa Chico.

Selain jenis-jenis di atas, adapula Actinidia deliciosa Jenny, Blake, dan Issai yang dapat bereproduksi sendiri (tanpa pasangan). Jenis tanaman kiwi yang terakhir ini cocok ditanam di lahan yang sempit, misalnya di pekarangan rumah yang ukurannya terbatas. Jenis ini masih merupakan kultivar baru. Buah yang dihasilkan lebih kecil dan tidak seenak jenis yang lain.

SYARAT TUMBUH

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.4Kiwi tumbuh dengan baik di dataran tinggi yang beriklim basah. Ketinggian ideal antara 800 – 3000 mdpl dengan suhu rata-rata 12 – 24oC. Suhu tertinggi yang masih dapat ditoleransinya adalah 26oC. Menyukai tanah humus berpasir dengan drainase baik, tingkat keasaman sedang (pH 5,5 – 6,5). Tanah liat sebaiknya dihindari. Membutuhkan sinar matahari sepanjang hari dengan sedikit naungan. Oleh karena arah pertumbuhannya yang menyebar, tanaman ini memerlukan ruang yang cukup luas.

Jarak tanam antartanaman harus diperhatikan dengan baik. Tanaman ini juga berukuran cukup besar sebagai tanaman rambat sehingga memerlukan bantuan penyangga yang kuat sebagai media tumbuhnya.

PEMBIBITAN

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.5Oleh karena belum banyak pembudi daya kiwi di Indonesia, maka untuk memulai pembudidayaan tanaman kiwi Anda perlu membeli bibit. Biasanya bibit dijual dalam bentuk benih atau biji. Ada pula penjual yang menyediakan bibit jadi siap tanam. Pastikan Anda membeli bibit/benih dari tempat penjualan yang terpercaya. Penjual bibit yang bertanggung jawab pasti sudah memastikan bahwa bibit atau benih dalam satu paket yang dijualnya terdiri atas benih tanaman jantan dan betina.

Anda juga dapat memperoleh benih dengan cara membeli buah kiwi di toko buah lalu mengambil bijinya untuk dijadikan benih. Namun cara ini terlalu spekulatif, kecuali Anda memang hanya coba-coba untuk menanam sendiri di rumah sebagai hobi. Anda tidak pernah tahu apakah biji dari satu buah kiwi itu nantinya akan menghasilkan tanaman jantan atau betina sampai tanaman tersebut mulai berbunga, artinya harus menunggu hingga tiga tahun untuk dapat menentukannya.

Setelah mendapatkan tanaman pertama, Anda dapat melanjutkan dengan perbanyakan mandiri. Cara perbanyakan tanaman kiwi ada dua macam, yaitu membuat benih dari biji atau stek (batang/akar). Cara pertama lebih umum dilakukan karena lebih mudah dan dapat menghasilkan banyak benih sekaligus. Tanaman yang diperbanyak dengan biji juga memiliki keunggulan pada perakarannya yang lebih kokoh. Meskipun risikonya bibit belum tentu mewarisi sifat-sifat tanaman induknya.

Butuh waktu lama pula untuk mengetahui apakah benih akan menjadi tanaman jantan atau tanaman betina. Cara pembibitan dengan stek yang paling mudah dilakukan adalah stek batang. Teknik ini menghasilkan tanaman yang identik dengan induknya dan perakaran tumbuh seragam. Akan tetapi, karena tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kurang kuat, sebaiknya tidak dilakukan pada tanaman jantan. Untuk perbanyakan tanaman jantan tetap diperlukan pembenihan dari biji. Adapun stek akar hanya dilakukan apabila untuk menciptakan kultivar baru.

1. Langkah pembibitan dari biji

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.6Untuk mendapatkan benih dari biji, pertama belah buah kiwi yang sudah benar-benar matang. Ambil bijinya dengan sendok, letakkan dalam wadah. Cuci hingga bersih dari sisa-sisa daging buah yang menempel. Saring biji dan bilas lagi beberapa kali hingga benar-benar bersih. Rendam biji dalam air hangat semalaman, kemudian letakkan di handuk kertas basah, bungkus dan masukkan ke dalam kantung plastik yang dapat dilekatkan ujungnya (disegel). Lekatkan segel plastik, simpan di tempat yang hangat.

Periksa setiap hari sampai biji berkecambah. Jika handuk kertas tampak kering, sementara biji belum berkecambah, tambahkan air untuk membasahi handuk kertas. Setelah biji tampak berkecambah (±10 hari), siapkan beberapa buah pot atau polybag berdiameter 30 cm. Isi dengan media tanam berupa campuran tanah humus/tanah berpasir dan kompos/pupuk kandang (1 : 1). Dalam satu pot/polybag dapat ditanam 3 – 4 benih kiwi. Keluarkan benih yang sudah berkecambah dari kantung plastik.

Sobek-sobek handuk kertasnya, satu sobekan kira-kira cukup untuk membungkus 3 – 4 benih. Tanam benih bersama bungkus handuk kertasnya. Ulangi langkah yang sama hingga semua benih tertanam. Letakkan pot/polybag yang telah ditanami benih di tempat yang mendapat cukup banyak sinar matahari, tetapi tidak langsung. Misalnya, di dekat jendela atau di bawah naungan transparan. Usahakan benih mendapat sinar matahari dari arah selatan atau barat atau di antaranya.

Jangan menaruhnya di tempat terbuka karena benih kiwi tidak tahan terik sinar matahari siang. Apabila memungkinkan, buatlah semacam greenhouse sebagai tempat penyemaian benih karena bibit yang masih sangat muda juga tidak tahan suhu yang sangat dingin. Jika sudah tumbuh daun minimal 3 – 4 lembar dan perakarannya pun sudah tumbuh dengan baik, pindahkan ke pot/polybag yang lebih besar. Bibit yang sudah berusia 1,5 – 2 bulan atau tingginya sekitar 30 – 50 cm siap dipindahtanamkan ke lahan permanen atau pot yang lebih besar lagi.

Baca juga :

2. Langkah pembibitan dengan stek batang

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.7Pada tanaman kiwi, ada dua macam batang, batang keras dan batang lunak. Untuk stek, pilih batang lunak, yaitu yang diameter batangnya sekitar 1 cm, dan sudah memiliki tiga mata tunas. Potong sepanjang 13 – 20 cm. Potong tunas tepat di bawah batas tumbuh. Bersihkan semua daunnya, kecuali satu lembar yang ada di pucuk. Celupkan pangkal tunas ke dalam larutan hormon pertumbuhan akar. Letakkan di dalam wadah yang diberi media khusus perakaran.

Jaga tetap lembap dan hangat (21 – 23oC) di tempat yang terlindung, seperti di dalam greenhouse. Akar akan muncul dalam 6 – 8 minggu. Pindahkan ke media persemaian dalam pot/polybag berukuran kecil (kedalaman ±10 cm). Letakkan di tempat teduh sampai batangnya mencapai ukuran diameter ½ cm dan panjangnya sekitar 1 m. Jika sudah mencapai ukuran ini, bibit dapat dipindahtanamkan ke lahan permanen atau pot yang lebih besar. Proses ini sebaiknya dilakukan pada bulan Agustus – September.

PERSIAPAN LAHAN DAN MEDIA TANAM

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.7aKiwi dapat ditanam langsung di tanah atau menggunakan pot. Cara apapun yang Anda pilih, tanaman ini membutuhkan lahan yang cukup luas untuk dapat tumbuh dengan baik. Penyebab pertama adalah karena tanaman ini membutuhkan pasangan atau tidak dapat ditanam sendirian, kecuali Anda menanam jenis khusus yang dapat melakukan pembuahan sendiri. Kedua, tanaman ini cukup berat dan besar sehingga membutuhkan penopang yang cukup besar dengan fondasi yang kokoh.

Antartanaman memerlukan jarak tanam yang cukup untuk menghindari tingginya kelembapan yang dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Jika Anda menanam kiwi langsung di tanah, maka diperlukan pengolahan lahan sebelum penanaman. Bersihkan lahan dari gulma ataupun tanaman pengganggu lainnya. Gemburkan tanah dengan cangkul atau bajak sedalam 20 – 30 cm. Campurkan tanah lapisan atas dengan kompos atau pupuk kandang. Atur tingkat keasaman tanah dengan kapur dolomit.

Perkirakan jarak tanam minimal 2 x 2 m di lahan sempit dan 4 x 4 m sampai 6 x 6 m di lahan yang lebih luas. Beri tanda tempat-tempat yang nantinya akan dijadikan lubang tanam. Buat parit-parit untuk drainase. Diamkan lahan selama 2 – 3 hari. Seluruh proses pengolahan lahan ini hendaknya sudah selesai 2 minggu sebelum penanaman. Jika Anda memilih menanam kiwi di dalam pot, pilihlah pot berukuran besar (±30 – 70 liter) dari bahan yang kuat dan memiliki lubang drainase yang baik.

Siapkan media tanam berupa campuran tanah humus, pasir, dan kompos/pupuk kandang/pupuk organik dengan perbandingan seimbang. Bisa juga menggunakan media tanam yang diformulasi khusus dengan bahan-bahan organik. Media tanam semacam ini dapat Anda peroleh di toko-toko tanaman atau tempat-tempat penjualan bibit. Banyak juga yang menjualnya secara online. Satu lagi yang harus dipersiapkan sebelum melakukan penanaman adalah pembuatan rambatan berupa para-para/teralis/pergola dari bahan yang kuat.

Rambatan yang paling sederhana dibuat seperti jemuran pakaian atau tiang listrik (bentuk T), terdiri atas dua pancang kayu/besi vertikal setinggi 180 – 2 m, diameter 10 – 12 cm, yang masing-masing ditanam di salah satu sisi lahan (berseberangan). Jarak antara tiang pancang yang satu dengan yang lain minimal 1,5 m jika lahan Anda sempit, 4 – 6 meter jika ukuran lahan Anda cukup ideal sebagai perkebunan. Pasangkan pancang horizontal sepanjang 1 – 1,5 m di atas kedua pancang vertikal, arah pemasangan searah dengan garis luar kebun.

Kemudian, pasang kawat-kawat berukuran tebal melintang kebun dari pancang yang satu ke pancang di seberangnya. Pemasangan kawat dapat dibuat secara bertingkat dengan penambahan pancang horizontal setinggi 90 – 1 m dari tanah. Jangan membuat para-para setelah Anda menanam bibit kiwi karena Anda dapat merusak tanaman tersebut. Pembuatan para-para ini penting tidak hanya pada tanaman kiwi yang ditanam di tanah, melainkan juga untuk yang ditanam di pot.

Pembuatan para-para untuk tanaman kiwi tabulampot tidak hanya berfungsi sebagai media rambatan, tetapi juga untuk menghindari terjungkalnya pot akibat terlalu berat menahan beban tanaman. Perlu diingat bahwa, sekalipun memerlukan sinar matahari sepanjang hari, tetapi tanaman kiwi yang masih muda membutuhkan naungan dan perlindungan dari cuaca ekstrem. Buatkan naungan transparan atau semacam greenhouse untuk melindungi tanaman.

Dapat juga menggunakan paranet dengan arah hadap ke selatan atau barat atau di antaranya. Greenhouse merupakan pilihan yang paling baik karena juga dapat melindungi tanaman dari serangan hama.

PENANAMAN

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.7bSetelah semua persiapan lahan dan media tanam selesai, sekarang waktunya melakukan penanaman. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika sinar matahari tidak terlalu panas, mengingat bibit tanaman kiwi sangat mudah stress akibat paparan sinar matahari siang yang terik. Langkah-langkah penanaman bibit kiwi di tanah maupun di dalam pot pada dasarnya sama, hanya ada sedikit perbedaan.

1. Penanaman bibit kiwi di tanah

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.8Pada titik-titik yang sudah ditandai sebagai bakal lubang tanam, buat lubang tanam seukuran polybag atau pot persemaian/pembibitan. Jika bibit disemaikan dalam polybag, cara menanamnya mudah. Cukup lepaskan polybag dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran dan segera masukkan ke lubang tanam dalam posisi tegak lurus, tepat di tengah lubang. Urug kembali dan padatkan tanah di sekeliling batang utama. Sirami secukupnya.

Apabila Anda menyemaikan bibit di dalam pot, basahi dahulu media semainya agar lebih mudah digali. Gunakan sekop untuk menggali dan mencungkil bibit keluar dari pot. Lakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Masukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi akar tunggal lurus, sementara akar serabut dibiarkan menyebar. Langkah selanjutnya, urug dan padatkan tanah di sekitar batang utama, lalu sirami secukupnya.

2. Penanaman bibit kiwi di dalam pot

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.9Cara menanam bibit kiwi ke dalam pot hampir sama dengan penanaman di tanah. Pertama, sebarkan kerikil atau pecahan bata/genting di dasar pot. Ini untuk menahan agar tanah tidak langsung ikut terbuang bersama air yang keluar dari lubang drainase. Cara ini juga dapat memperlancar keluarnya sisa air yang tidak terserap tanah melalui lubang drainase tadi. Isi pot dengan media tanam yang sudah disipakan hingga 1/3 bagian. Masukkan bibit yang sudah dilepaskan dari polybag atau dikeluarkan dari pot semai.

Letakkan dalam posisi tegak lurus tepat di tengah pot. Timbun dengan sisa media tanah sampai ketinggian kurang lebih 2 cm di bawah bibir pot. Sirami hingga air tampak keluar dari lubang drainase. Khusus untuk penanaman dalam pot, ada ajir tambahan yang dipasang dalam pot, bersebelahan dengan bibit. Fungsi ajir di sini adalah sebagai media rambatan tanaman dari pot ke penyangga utamanya yang berada di luar pot.

PEMELIHARAAN

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.10Bercocok tanam apapun tidak akan berhasil dengan baik jika tanpa disertai langkah pemeliharaan setelah penanaman. Terutama bagi pembudidayaan yang bertujuan komersil. Meskipun tanaman kiwi cukup mudah ditanam, apabila tidak dipelihara dengan baik akan menjadi liar dan hasilnya kurang baik. Bahkan mungkin berpenyakit dan mati. Berikut langkah-langkah pemeliharaan tanaman kiwi.

1. Penyiraman dan pentingnya menjaga kelembapan tanah

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.11Pengairan sangat penting bagi kiwi dalam masa pertumbuhan. Fungsinya untuk menjaga kelembapan tanah, mempermudah tanaman menyerap nutrisi dari dalam tanah, dan melindungi akar dari hawa panas yang disebabkan oleh pupuk.

Sirami satu atau dua kali sehari, pagi dan atau sore, sesuai kondisi tanah, selama awal masa pertumbuhan. Setelah tanaman cukup dewasa (di atas satu tahun) penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kandungan air tanah cukup tinggi dan kedalaman air tanah cukup dangkal, penyiraman tambahan hanya diperlukan 2 – 3 kali dalam seminggu di musim kemarau. Perhatikan selalu kondisi tanah. Jangan biarkan akar tanaman kiwi tergenang air.

Genangan menyebabkan rontoknya daun dan bunga, membusuknya akar, dan dapat berakhir dengan kematian. Namun, hindari pula terjadinya kekeringan karena tanaman akan kekurangan nutrisi hingga layu dan tidak mampu berfotosintesis. Untuk menghindari terjadinya kekeringan, berikan mulsa di sekitar batang utama/batang pokok pada musim kemarau. Mulsa akan mengurangi penguapan sehingga tanah tetap lembap. Sebarkan mulsa sedemikian rupa agar tidak bersentuhan langsung dengan batang pokok karena dapat mengakibatkan kebusukan.

2. Penyiangan dan penggemburan tanah

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.12Sanitasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pemeliharaan kiwi. Kehadiran gulma, rumput liar, dan tanaman pengganggu lainnya akan sangat merugikan kesehatan tanaman kiwi Anda. Tidak saja terganggu dalam hal penyerapan nutrisi dari dalam tanah dan menghambat pertumbuhan akar, tanaman-tanaman liar dan pengganggu ini dapat menjadi inang bagi berbagai jenis hama dan penyakit. Penggemburan juga sangat penting. Tujuan penggemburan tanah adalah untuk mengembalikan kesuburan tanah dan kemampuannya menyerap air.

Biasanya penggemburan diikuti dengan pemupukan lanjutan karena berkaitan dengan teknik pemberian pupuk. Penggemburan tanah dapat membantu pencegahan penyebaran hama dan penyakit melalui tanah/akar. Penyiangan gulma dan penggemburan tanah sebaiknya dilakukan secara manual, mengingat sebagian besar akar serabut tanaman kiwi berada di permukaan tanah. Tindakan yang sembrono dapat merusak perakaran dan mengganggu pertumbuhan. Jangan sampai tindakan yang dimaksudkan sebagai pemeliharaan justru menyebabkan matinya tanaman.

3. Pemupukan lanjutan

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.13Seiring berjalannya waktu, kondisi kesuburan tanah mungkin mengalami penurunan. Sementara, kebutuhan nutrisi bagi tanaman yang tumbuh makin besar tentunya semakin banyak. Apalagi nutrisi yang diperlukan untuk proses pembungaan dan pembuahan. Kekurangan nutrisi juga mudah terjadi jika lahan berada di tanah berkapur. Untuk itu, diperlukan pemupukan lanjutan. Akan tetapi, tanaman kiwi, terutama yang masih muda, sangat sensitif terhadap pupuk.

Oleh karena itu, pemupukan tanaman kiwi harus dilakukan dengan sangat hati-hati, tidak berlebihan, dan terencana dengan baik. Usahakan menggunakan pupuk organik atau jenis-jenis pupuk yang proses pelepasan zat-zat kandungannya lambat. Ada beberapa teknik pemupukan yang dapat Anda coba. Teknik dan jenis pupuk dapat dipilih berdasarkan kondisi tanah dan lingkungan. Jika tingkat kesuburan tanah di lahan Anda sudah cukup baik, Anda hanya perlu memberikan pupuk kompos atau pupuk kandang satu tahun sekali.

Pupuk lanjutan atau tambahan diberikan setelah tanaman berusia lebih dari satu tahun ketika fokusnya tidak lagi semata untuk pertumbuhan, tetapi sudah mulai difokuskan pada pembungaan dan pembuahan. Untuk tanah yang bersifat netral, pemupukan dilakukan pada awal bulan Maret. Adapun untuk tanah yang bersifat asam, pemupukan dilakukan pada bulan Mei – Juni. Hindari pemberian pupuk setelah melewati bulan Juli. Apabila tanah kurang subur, pupuk kandang/kompos dapat diberikan 2 kali seminggu.

Atau menggunakan formulasi NPK 70 gr/m2 2 – 3 kali selama setengah masa pertumbuhan pada tahun pertama (6 bulan pertama). Anda juga dapat mencoba teknik pemupukan yang dilakukan bersamaan dengan penyiraman. Ada dua pilihan formula pemupukan dengan cara penyiraman. Pertama, menggunakan campuran air biasa dengan air cucian beras yang telah difermentasi, perbandingannya 4 : 1. Kedua, menggunakan campuran air biasa dengan pupuk, perbandingannya 5 : 1. Pemberian pupuk dengan cara penyiraman ini diulang dua kali sehari.

Menjelang masa pembungaan, gunakan pupuk formulasi khusus dengan kadar nitrogen tinggi, seperti amonium nitrat, urea, atau NPK 10 : 10 : 10. Pupuk padat maupun cair sama efektifnya selama cara pemberian dan dosisnya tepat. Pemberian pupuk padat dapat dilakukan bersamaan dengan proses penggemburan tanah. Setelah penggemburan tanah, buat lubang-lubang di sekitar akar. Benamkan pupuk padat ke dalam lubang-lubang tersebut, lalu tutup lagi dengan tanah.

Untuk pupuk cair, caranya adalah disemprotkan di sekitar area perakaran. Jangan sampai mengenai daun karena panasnya pupuk dapat merusak dan membakar daun. Hal lain yang perlu menjadi catatan seputar pemupukan adalah untuk tidak lupa menyirami dahulu tanah 1 – 2 hari sebelum pemupukan. Setelah pemupukan selesai, tanah kembali disirami untuk membantu penyerapan dan mencegah terbakarnya akar akibat panasnya pupuk. Waktu pemupukan yang terbaik adalah pagi hari.

Baca juga :

4. Pemangkasan dan pengaturan arah rambat

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.14Pemangkasan pada kiwi bertujuan untuk mengatur arah rambatnya dan mencegah penyakit akibat tanaman terlalu rimbun. Perbanyakan bibit melalui stek batang juga dapat dilakukan dengan pemangkasan, tetapi baru dapat mulai dilakukan setelah tanaman berbunga dan berbuah. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui apakah batang yang Anda stek berasal dari tanaman betina atau tanaman jantan. Pemangkasan pada tanaman betina juga dimaksudkan untuk memperbanyak tunas baru sehingga memungkinkan semakin banyaknya bunga dan buah yang dihasilkan.

Untuk tanaman jantan, pemangkasan tetap diperlukan dengan tujuan yang berbeda. Oleh karena tanaman jantan hanya dibutuhkan bunganya, maka pemangkasannya bertujuan untuk menjaga bentuk tanaman tetap kecil sehingga tidak banyak memakan tempat. Segera pangkas tanaman jantan begitu sudah mulai berbunga dan selesai masa penyerbukan/pembuahan. Pangkas tanaman kiwi empat kali selama masa pertumbuhan (di bawah satu tahun), setelah itu pemangkasan dilakukan secara berkala tiap tahun sekali.

Tahun pertama fokus pada pertumbuhan lurus ke atas. Ikat longgar batang utama pada tiang para-para. Jangan biarkan tumbuh membelit tiang. Potong semua cabang dan tunas liar yang tumbuh ke samping sampai tanaman mencapai ujung tiang paling atas. Tunas liar adalah cabang yang tumbuh ke luar dari arah cabang lateral. Potong ujung teratas tanaman beberapa senti di bawah puncak tiang. Arahkan tunas-tunas yang muncul setelahnya mengikuti pola rambatan (bentuk para-para).

Potong setiap diameter cabang mencapai ½ cm. Jika belum berhasil mengarahkan pertumbuhan cabang, potong batang utama hingga tersisa ±60 cm dan coba lagi di tahun berikutnya. Setelah tahun pertama, fokus beralih pada pengaturan cabang lateral sepanjang rambatan. Jaga pertumbuhan cabang tetap searah dengan rambatan. Caranya adalah mengikat cabang pada rambatan setiap 45 – 60 cm. Potong percabangan yang mengarah keluar dari rambatan. Buang tunas yang tumbuh membelit tunas lain, tumpang tindih, atau tumbuh ke arah yang salah.

Pemangkasan penting untuk membentuk tanaman, menyeimbangkan pertumbuhan dan produktivitas, mengembangkan tajuk terbuka sehingga sinar matahari dapat dimanfaatkan secara efisien. Sebaiknya pemangkasan dilakukan pada masa dorman di tengah sampai akhir musim hujan. Meskipun demikian, terkadang pemangkasan di musim kemarau juga dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap terkendali. Tanpa pemangkasan, tanaman akan tumbuh terlalu rimbun dan mungkin mogok berbuah.

Selama masa pembuahan, perlu juga melakukan pemangkasan pemeliharaan. Setelah buah muncul, bersihkan tunas-tunas yang mengarah ke samping, sisakan 4 – 5 daun di sekitar buah yang mulai tua. Cabang-cabang yang tidak menghasilkan buah dipotong. Setelah panen pun pemangkasan diperlukan untuk merapikan bentuk tanaman dan menjaga produktivitas. Lalu, bagaimana caranya mengendalikan tanaman kiwi yang sudah terlanjur tumbuh terlalu lebat?

Tanaman dewasa yang sudah terlanjur tumbuh terlalu lebat memerlukan pemangkasan berat (peremajaan). Pertama, buang semua cabang yang tumbuh di sekitar para-para, termasuk cabang-cabang yang tumbuh menjalar ke para-para lain di sebelahnya atau menjalar ke tanaman dan benda-benda lain di dekatnya. Gunakan gunting tanaman yang tajam dan steril. Potong semua cabang yang tumbuh bersilangan atau tumpang tindih, sisakan 2,5 cm saja dari cabang utama. Buang tunas-tunas yang mengarah keluar.

Tunas-tunas semacam ini tidak akan menghasilkan buah. Pilih satu cabang pokok dan arahkan mengikuti rambatan. Biarkan hingga tumbuh 2 cm, kemudian biarkan dua cabang lateral tumbuh sepanjang para-para. Batasi menjadi 3 jalur dan buang tunas-tunas lateral lainnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah menghindari pemangkasan pada awal musim kemarau (Maret – April) karena pada masa ini tanaman yang dipotong akan mengeluarkan getah dan rentan penyakit.

Potong juga cabang-cabang yang mati atau tampak tidak sehat. Segera buang cabang-cabang yang menunjukkan gejala serangan hama atau penyakit.

5. Penyulaman

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.15Jika Anda menemukan ada ketidaknormalan pada tanaman kiwi Anda, segera cari tahu masalahnya. Tanaman yang sakit, tumbuh tidak normal, diserang hama, atau mati sebaiknya segera dibuang. Ganti dengan tanaman baru yang bibitnya dibesarkan bersama-sama dengan tanaman sebelumnya. Tujuannya agar proses pendewasaan tanaman tetap berjalan serentak. Dengan demikian, panen dapat dilakukan secara serentak pula.

Jangan biarkan berlarut-larut, terutama jika penyakitlah penyebab ketidaknormalan tersebut karena dapat menulari tanaman lainnya yang akibatnya akan memperbesar kerugian Anda.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Pada dasarnya, segala langkah pemeliharaan bertujuan untuk menjaga tanaman tumbuh dengan optimal dan tetap sehat sehingga produktivitasnya terjaga dan buah yang dihasilkan berkualitas baik. Di dalam setiap prosedur pemeliharaan terdapat langkah-langkah pencegahan dari serangan hama dan penyakit. Akan tetapi, ada kalanya munculnya hama dan penyakit ini tidak terhindarkan, terutama apabila di sekitar kebun atau tanaman kiwi terdapat pula perkebunan atau tanaman-tanaman lain yang rentan serangan hama dan penyakit ini.

Beberapa hama merupakan endemik daerah pembudi daya di luar Indonesia yang perlu diketahui sebagai referensi penanganan untuk hama serupa yang mungkin menyerang di Indonesia. Untuk pembudidayaan di Indonesia, belum ada data pasti tentang hama spesifik yang menyerang kiwi, hanya beberapa hama khas yang menyerang tanaman secara polifag (menyerang segala jenis tanaman).

Oleh karena tanaman ini, terutama yang masih muda, sangat sensitif terhadap bahan-bahan kimia, utamakan cara-cara mekanis dan alami untuk mengatasinya. Gunakan obat-obatan kimia hanya apabila serangan hama dan penyakit ini sulit dikendalikan. Berikut beberapa jenis hama yang dapat ditemukan menyerang tanaman kiwi dan cara penanggulangannya.

A. Hama

1. Ulat penggulung daun (Platynota stultana)

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.16Platynota stultana merupakan jenis ngegat omnivora dari keluarga Tortricidae. Lebar sayapnya sekitar 14 mm. Serangga ini endemik di wilayah-wilayah Amerika Utara hingga Meksiko, bahkan dilaporkan menyebar hingga Hawaii. Merupakan hama yang penting bagi sentra pembudidayaan kiwi di California karena tingkat kerugian yang ditimbulkan mendapai 80%. Tidak hanya menyerang kiwi dan anggur, hama ini juga menyerang berbagai tanaman yang dirawat di dalam greenhouse.

Bagian-bagian tanaman yang diserang terutama buah dan daun. Buah diserang dari dalam dan luar. Larvanya bersembunyi dalam gulungan atau lipatan daun. Musuh-musuh alami yang dapat dimanfaatkan untuk memberantas hama ini, antara lain, lalat Tachinid, berbagai parasit terhadap larva, dan Baccilus thuringiensis. Untuk cara mekanis dapat menggunakan perangkap feromon.

Di Indonesia mungkin ditemui banyak jenis hama serupa, seperti penggerek daun, penggerek pucuk, dan penggulung daun yang juga termasuk dalam jenis ngengat. Cara penanggulangan serupa dapat diaplikasikan pula pada hama-hama lokal ini. Apabila cara-cara alami dan mekanis tidak berhasil, gunakan insektisida berbahan dasar chlorpyrifos secara bijaksana.

2. Tungau

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.17aAda banyak sekali jenis tungau. Hama ini berukuran sangat kecil hingga sulit diamati dengan mata telanjang. Bersifat polifag terhadap berbagai tanaman di dalam maupun di luar ruangan. Biasanya menempel di bagian bawah daun, mengisap nutrisi dan cairan tanaman terutama pada daun, menyebabkan daun kering dan mati. Ciri-ciri serangan adalah daun tampak rusak, berbintik-bintik kuning, putih, atau coklat. Tungaunya sendiri tampak seperti bintil-bintil yang sangat kecil berwarna putih atau merah, baru akan tampak apabila ia bergerak.

Di tempat berkumpulnya tungau, yaitu di bagian bawah daun, tampak ada anyaman putih seperti kapas. Apabila sangat sulit untuk mendeteksi ada tidaknya tungau pada tanaman kiwi Anda, ambil selembar kertas putih, pegang batang tanaman di atas kertas tersebut kemudian goyangkan dengan lembut. Jika memang ada, tungau akan berjatuhan ke atas kertas. Atau gunakan kaca pembesar sebagai alat bantu mendeteksi keberadaan tungau. Biasanya tungau muncul dan mencapai populasi tinggi bila cuaca panas, kering, dan berdebu.

Terutama di tempat-tempat yang tidak ada musuh alami atau predatornya. Hindari penggunaan pestisida, kecuali populasi tungau sangat tidak terkendali karena hama ini dapat mengembangkan resistansi terhadap pestisida. Cara terbaik menanggulanginya adalah secara alami. Pertama, isolasi tanaman yang diserang. Pangkas bagian-bagian yang diserang dan buang ke tempat sampah di dalam kantong sampah yang ditutup rapat. Jika serangan parah, pangkas seluruh bagian tanaman.

Semprot tanaman dengan slang air bertekanan tinggi. Cara ini mungkin mengikis tanah, tetapi sebagian besar tungau akan terlepas, bahkan beberapa akan mati, sehingga populasinya berkurang. Ulangi secara berkala untuk mendapatkan efektivitas dari cara ini. Cara lainnya adalah pemanfaatan predator yang sesuai atau tidak bersifat hama bagi tanaman dan cocok dengan cuaca setempat. Beberapa macam larutan dapat digunakan sebagai insektisida yang aman.

Misalnya, membuat larutan yang terdiri atas 2 sdm sabun yang lembut (misalnya, sampo bayi) dan 1 – 2 sdm minyak goreng yang dicampur dengan 3,8 liter air. Gunakan untuk menyemprot tanaman secara menyeluruh tiap 4 – 7 hari sekali sampai tungau hilang. Jika menggunakan sabun keras, seperti sabun cuci piring, pastikan Anda mengujinya dahulu pada bagian kecil dari tanaman untuk melihat efeknya, apakah merusak tanaman atau tidak. Hindari penyemprotan ketika tanaman sedang terkena sorot matahari langsung karena larutan akan langsung mengering.

Alternatif lainnya adalah menggunakan semprotan pedas yang dibuat dari campuran 1 sdt lada merah atau saus pedas dengan 1 liter air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring cair. Diamkan larutan semalaman, lalu saring dengan saringan halus. Semprotkan ke bagian bawah daun. Sering-sering mengocok kembali larutan agar bahan-bahan di dalamnya tidak mengendap. Agar lebih efektif dapat ditambahkan bawang putih dan merah yang telah dihaluskan terlebih dahulu.

Jangan lupa mengujinya dahulu pada bagian kecil tanaman untuk mengetahui apakah tanaman tahan terhadap larutan tersebut atau tidak. Larutan alami yang paling aman untuk tanaman adalah menggunakan campuran air dan minyak asiri. Isi botol semprot dengan 1 liter air hangat, tambahkan 10 – 20 tetes minyak asiri, kocok dahulu sebelum disemprotkan pada tanaman. Jangan menyemprotkan minyak langsung pada tanaman tanpa diencerkan dahulu karena dapat merusak tanaman.

Jenis-jenis minyak asiri yang dapat digunakan, misalnya, minyak neem (dari ekstrak daun mimba), eukaliptus, lemon, kayu manis, dan pepermint. Sebagai langkah pencegahan, perhatikan untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, hindari stress pada tanaman, penyiraman yang cukup, tanah yang sehat, dan sinar matahari yang optimal. Rajinlah membersihkan daun dan batang tanaman. Periksa bagian-bagian bawah daun untuk mencari telur tungau, pangkas segera apabila ditemukan.

3. Thrips

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.18Bentuk fisik thrips adalah kurus kecil dengan panjang sekitar 0,5 – 3 mm, meskipun ada juga yang dapat mencapai ukuran panjang 13 mm. Ada yang bersayap, adapula yang tidak. Sayap lengkapnya berjumlah 4, panjang dan tipis dengan bulu di sepanjang tepinya. Hama ini menyerang tanaman muda dengan mengisap cairan tanaman menggunakan mulutnya yang seperti jarum. Daun yang diserang menjadi rusak dan keriting, lalu gugur. Dalam populasi yang terkendali sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai musuh alami dari tungau merah.

Telurnya tersembunyi di bagian-bagian tanaman yang terlindung dari sinar matahari. Serangan thrips minim menyebabkan kematian, tetapi tanaman dapat mengalami stunting atau perlambatan dan ketidaknormalan dalam pertumbuhan. Untuk pencegahan, selalu jaga kebersihan lingkungan dengan rajin melakukan penyiangan terhadap tanaman-tanaman pengganggu yang menjadi inang. Semprot air menggunakan slang bertekanan tinggi secara berkala untuk mengusir hama dewasa.

Musuh alami yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi thrips, antara lain, kumbang kubah, semut rangrang, lalat jala, dan berbagai jenis laba-laba. Jika langkah-langkah pengendalian nonkimiawi belum dapat mengatasi, gunakan insektisida berbahan dasar abamectin, profenofos, metomil, diafenturon, chlorpyrifos, piridaben, dan sipermetrin dengan bijaksana.

4. Nematoda

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.19Nematoda adalah sejenis cacing parasit yang biasa menyerang berbagai tanaman pangan. Bagian tanaman yang diserang adalah perakaran. Hewan parasit ini bertelur di akar, kemudian telur menetas menjadi larva. Larva nematoda lalu menusuk dinding sel akar dan batang. Gejala serangan hama ini tampak pada munculnya puru akar (gall), terjadi luka pada akar, ujung akar rusak, dan kemudian membusuk. Ciri lain dari tanaman yang diserang hama ini adalah pertumbuhannya tidak normal.

Meskipun tidak selalu menyebabkan kematian pada tanaman, hama ini cukup merugikan karena tidak hanya tanaman yang tumbuh kerdil, buah pun kerdil dan berkualitas rendah. Untuk mengatasi hama ini diperlukan teknik pengendalian hama terpadu. Dimulai dengan pengolahan lahan, pemupukan, penggunaan bahan organik, penggunaan penutup tanah, penggunaan pestisida nabati, agen hayati, pembasmian dengan nematisida kimia, dan karantina (pencegahan penyebaran dari daerah terinfeksi).

Pestisida nabati dapat memanfaatkan bahan-bahan, seperti tepung biji mimba, bungkil jarak, ekstrak kenikir, atau senyawa eugenol cengkih. Agen hayati meliputi jamur Arthrobotrys dan bakteri Pasteuria penetrans. Adapun penggunaan nematisida meliputi berbagai nematisida berbahan aktif etoprofos, metam sodium, dan dimethylformocarbothialdine yang merupakan campuran dari senyawa dimethyl, thadiazine thione, dan tetrahydro.

5. Kumbang jepang (Popillia japonica)

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.20Hama rumput ini merupakan spesies asli dari Jepang. Penyebarannya sangat luas, dilaporkan hama ini ditemui pula di Cina, Rusia, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat. Bahkan dilaporkan terdeteksi pula populasinya di beberapa wilayah sabana di Indonesia. Ketika masih berupa larva biasa disebut sebagai ulat putih, tinggal di akar rumput sebagai parasit dan menyebabkan kematian. Setelah dewasa, kumbang ini memakan segala jenis tanaman, termasuk tanaman kiwi.

Kumbang jepang dewasa berwarna hijau metalik. Dapat dijumpai bergerombol pada pucuk-pucuk tanaman. Untuk mengatasi kumbang jepang secara biologis, dapat menggunakan musuh-musuh alaminya. Contohnya bakteri Baccillus popiliae yang memang sudah dikembangkan sebagai agen hayati pengendali kumbang jepang dan beberapa jenis nematoda saprofag yang dapat membunuh larva kumbang namun tidak merugikan tanaman selama populasinya dikendalikan.

Jenis-jenis nematoda yang sering digunakan adalah Steinernema feltiae dan Heterorhabditis bacteriophora. Cara penerapannya, yaitu campurkan ½ sdt nematoda segar untuk 3,8 liter air lalu sebarkan ke tanah yang sudah disirami atau ke atas mulsa jerami yang basah. Alternatif penggunaan insektisida ada dua macam, organik dan kimia. Untuk insektisida organik, gunakan minyak neem (ekstrak daun mimba). Kandungan azadirachtin dalam minyak neem selain mengatasi masalah kumbang jepang dan larvanya, juga dapat membatasi jumlah nematoda.

Untuk insektisida kimia ada beberapa pilihan. Pyretrin adalah insektisida yang paling aman untuk lingkungan. Selain itu, dapat pula digunakan sabun insektisida atau sabun deterjen yang merupakan pestisida tanpa residu sehingga lebih ramah lingkungan. Bahan dasarnya potasium bikarbonat, semprotkan tiap 4 – 7 hari sekali. Pilihan lain, antara lain, bubuk sevin, carbaryl, asefat, atau permetrin. Gunakan dengan bijaksana. Cara lain yang dapat menjadi alternatif pengendalian kumbang jepang adalah cara mekanis, yaitu dengan membuat perangkap.

Tangkap satu ekor kumbang dewasa, letakkan di dalam ember berisi air sabun. Kumbang yang sudah ditangkap ini akan menyebarkan feromon yang dapat memanggil kumbang-kumbang lain untuk mendekat sehingga ikut terperangkap. Lakukan pada pagi hari. Jangan gunakan perangkap serangga khusus karena feromonnya justru akan memanggil lebih banyak lagi kumbang ke dalam kebun. Tutup tanaman dengan jaring pelindung yang mengambang, pastikan tidak ada jarak antara tepi jaring dan tanah yang dapat dilewati serangga ini.

6. Belalang

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.21aAda banyak jenis belalang yang mungkin dapat mengganggu tanaman kiwi. Sebenarnya gangguan belalang tidaklah signifikan, tidak akan menimbulkan kerugian yang besar bagi kebun, kecuali populasinya sangat besar dan tidak terkendali. Belalang makan daun muda dan pucuk tunas muda tanaman. Serangan yang berat dapat berakibat tanaman gundul karena daunnya habis dimakan belalang.

Mengatasi belalang, selama populasinya masih terkendali, tidak memerlukan insektisida. Cukup usir belalang dari kebun. Penggunaan paranet/jaring atau penanaman di dalam greenhouse dapat menghalangi belalang dari tanaman kiwi. Belalang juga punya banyak musuh alami, di antaranya, semut, burung, dan belalang mantis (belalang sembah).

Kutu perisai (Hemiberlesia rapax, Hemiberlesia lataniae, Aspidiotus nerii)

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.22Kutu perisai masih berkerabat dengan tungau merupakan hama yang paling luas persebarannya, terutama di wilayah-wilayah tropis dan subtropis. Ukurannya hanya sekitar 1 – 1,5 mm. Habitatnya di ranting, cabang, dan batang. Kadang ditemukan pula di daun dan buah. Bagi tanaman kiwi, kutu perisai adalah hama yang paling merugikan. Menyerang pada masa pembungaan, pembuahan, pascapanen, dan pada masa vegetatif. Bukan hanya kiwi, hama ini juga menyerang tanaman lainnya, seperti blueberry dan jeruk.

Gejala serangan kutu perisai tampak pada terjadinya perubahan warna pada buah yang dimakan dari dalam dan jatuh sebelum waktunya. Daun menguning lalu mati. Ranting, cabang, dan batang mengeluarkan getah. Ranting dan pucuk mengalami dieback atau kematian akibat hilangnya cairan. Kutu betina bertelur sekitar 30 – 50 butir, diletakkan di bawah permukaan daun, warnanya kuning. Hama ini menyebar dengan bantuan angin, burung, dan serangga lainnya.

Populasi tertinggi terjadi pada musim kemarau. Hama ini memiliki banyak musuh alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pengendali secara alami. Ada yang sifatnya parasit (Aphytis chilensis, Encarcia citrina, Signiphora flavella), predator (Herisarcoptes malus, Paraseinlus inobseratus), dan patogen (Nectria flammea). Masing-masing menyerang dalam fase yang berbeda, mulai dari larva, nimfa, hingga dewasa.

Untuk mendeteksi ada tidaknya hama ini pada tanaman kiwi Anda, periksa cabang-cabang dan ranting. Lakukan pemeriksaan ini pada pagi hari. Pemasangan perangkap lengket juga dapat membantu mendeteksi kehadiran hama ini di kebun Anda. Penanganan kutu perisai dapat menggunakan minyak mineral, belerang, atau sabun insektisida yang diberikan pada masa dorman. Serangan berat dapat diatasi dengan insektisida berbahan aktif abamektin, chlorpyrifos, organofosfat, dan pyrethroid.

8. Kucing

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.23

Barangkali terdengar aneh bahwa kucing dapat menjadi hama bagi tanaman, tetapi pada kiwi kenyataannya demikian. Kucing memiliki reaksi yang aneh terhadap daun kiwi, sama seperti reaksi kucing terhadap tanaman catnip. Apabila menjumpai tanaman kiwi, kucing akan membongkar akarnya hingga tanaman itu mati. Tentu Anda tidak memerlukan pestisida untuk menangani kucing. Lindungi tanaman kiwi Anda dengan memberinya pagar yang tidak dapat dilalui kucing atau menanamnya di dalam greenhouse.

9. Siput

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.24Ada tiga jenis siput yang sering ditemukan di kebun, yaitu bekicot (Achatina fulica), keong (Pilla ampullacea), dan siput tidak bercangkang (Parmarion pupillaris). Hewan-hewan ini amat rakus, memakan mulai dari batang yang masih muda, pucuk daun, sampai buah. Keong aktif di pagi sampai malam hari, sementara bekicot dan siput tak bercangkang aktif di malam hari. Berbagai jenis siput ini menyukai tanah yang lembap cenderung basah dan terlindung dari sinar matahari.

Untuk mencegah datangnya siput, bersihkan areal kebun dari gulma. Hindari penggunaan mulsa organik yang dapat menjadi tempat persembunyian siput. Sirami tanaman pada pagi hari agar di sore hari tanah sudah mengering. Minimalkan penggunaan air dengan menggunakan sistem irigasi tetes bagi perkebunan. Perhatikan jarak tanam untuk kepentingan aerasi atau sirkulasi udara di dalam kebun. Populasi siput dapat berkembang dengan sangat cepat karena hewan ini hemaprodit, tidak memerlukan pasangan untuk kawin dan berkembang biak.

Selama mendapat makanan yang cukup, siput akan cepat tumbuh dan mencapai masa dewasanya. Sebelum menggunakan cara-cara kimiawi untuk membasmi siput, coba dahulu cara-cara pengendalian mekanis berikut. Pertama, mengutip siput secara manual dengan melakukan perburuan. Di malam hari, siput keluar dari persembunyiannya untuk makan. Inilah waktu terbaik untuk berburu siput. Jika mengutip siput terasa terlalu merepotkan, cobalah cara kedua, yaitu membuat jebakan yang ramah lingkungan.

Siapkan mangkuk atau cangkir yang ditanam sebagian di tanah, sisakan 1 – 1,5 cm dari bibir cangkir tetap di atas permukaan tanah. Wadah ini diisi dengan umpan pemikat yang bersifat cair, seperti susu atau cairan manis lainnya yang lengket. Campuran madu, air, dan ragi yang dididihkan hingga lengket seperti lem juga cukup efektif untuk menjebak siput. Contoh pembuatan jebakan yang lain menggunakan toples yang diletakkan miring pada salah satu sisinya.

Umpan yang digunakan adalah yang bersifat padat, seperti tepung jagung, daun kol/kubis, daun sawi, kulit jeruk yang sudah dibasahi, atau makanan hewan peliharaan yang kering. Agar jebakan tidak rusak karena air hujan atau dimakan hewan lain, sebaiknya beri pelindung. Misalnya, menggunakan pot yang dibalik untuk menutup jebakan. Alternatif yang lain untuk menghalau siput adalah dengan memberi pembatas yang dapat menghalangi masuknya siput ke area kebun.

Pembatas dapat berupa pita tembaga yang dipasang mengelilingi kebun, mulsa dari bahan-bahan yang tidak disukai siput, tanaman yang dihindari siput, ataupun sebaran bahan-bahan organik dan kimia yang dapat membunuh siput. Contohnya, membuat mulsa dari daun tembakau atau menyebar pasir yang kasar dan tajam di sekeliling kebun. Untuk tanaman yang menggunakan pot, penghalang dapat berupa sebaran garam di sekeliling pot. Jangan gunakan sebaran garam ini pada tanaman kiwi yang ditanam di kebun karena dapat merusak tanah.

Untuk tanaman yang ditanam langsung di tanah, alternatifnya menggunakan tepung rumput laut berkalsium yang punya efek sama seperti garam, tetapi lebih aman bagi tanah. Bahan sebaran organik lainnya, misal, tepung batang tembakau dan bubuk kopi. Untuk pembatas berupa tanaman, contohnya, tanaman jahe, bawang putih, lokio, mint/peppermint, dan tapak dara. Tanaman-tanaman ini memiliki aroma, tekstur, atau racun yang dihindari siput. Kelemahan bahan-bahan ini adalah tidak dapat 100% menghalangi siput, hanya menghambat.

Anda tetap harus mencari siput yang berani mendekat dan membunuhnya. Beberapa bahan kimia lebih efektif sebagai penghalang siput, tetapi efek sampingnya cukup berbahaya. Contohnya, tanah diatom dapat membunuh siput, tetapi juga membunuh serangga yang bermanfaat. Abu kayu dan kapur hidrat memiliki efek samping meningkatkan pH tanah sehingga dapat mengubah unsur-unsur tanah.

Penyemprotan kafeina sebanyak 1% langsung ke tanaman dapat membunuh siput, tetapi mungkin juga membunuh tanaman itu sendiri karena tidak semua tanaman dapat menerima bahan kimia ini dengan baik. Anda dapat memanfaatkan musuh-musuh alami untuk memberantas siput. Beberapa musuh alami, contohnya, kumbang tanah, burung, ayam, kodok, dan nematoda. Hati-hati melepaskan ayam dan burung di kebun Anda karena dapat berbalik merusak tanaman dan menyebabkan gagal panen.

Alternatif terakhir, menggunakan bahan-bahan kimia pembasmi siput. Misalnya, amonia, pelet iron phosphate, dan obat antisiput metaldehyde. Perlu dipahami bahwa obat-obatan kimia ini mungkin mengandung racun yang berbahaya untuk hewan dan serangga lain yang menguntungkan bagi tanaman kiwi. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dibatasi. Contoh-contoh hama di atas adalah beberapa jenis hama yang dilaporkan memang ditemukan menyerang tanaman kiwi.

Di luar contoh-contoh tersebut, masih ada beberapa hewan yang potensial menjadi hama tanaman kiwi, seperti kelelawar, burung pemakan buah, binatang pengerat, dan hewan ternak. Untuk melindungi tanaman kiwi dari potensi gangguan hewan-hewan tersebut, pembuatan greenhouse atau pelindung di sekeliling tanaman kiwi merupakan cara yang paling efektif. Selanjutnya, berikut contoh-contoh penyakit yang umum ditemukan pada tanaman kiwi.

B. Penyakit

1. Busuk akar dan pangkal

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.25

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytophthora spp. Jamur ini tumbuh subur di tanah yang kelembapannya sangat tinggi atau tergenang. Ciri-ciri serangan penyakit ini yang tampak dari luar adalah daunnya tampak pucat, sementara di sepanjang tangkai tampak jaringan berwarna gelap. Akar dan batang tampak membengkak dan ketika dibelah, terlihat perubahan warna menjadi merah kecoklatan. Daun menjadi kecil-kecil, pertumbuhan tanaman terhambat. Lama-kelamaan tanaman layu membusuk, kemudian mati.

Untuk mengatasi penyakit ini, cabut dan bakar bibit yang terinfeksi. Tanah pada lubang bekas tanaman dicampur kapur dan dibiarkan terkena sinar matahari. Perbaiki drainase serta atur naungan untuk mengurangi kelembapan. Berikan fungisida yang berbahan dasar mankozeb atau famoxadone-cymoxanil bila perlu.

2. Busuk buah

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.26

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Botrytis cinerea. Penularannya dengan bantuan angin, air, lebah, dan aphid. Jamur berbentuk butiran atau bintil kecil berwarna gelap ini dapat bertahan lama di dalam tanah. Hidupnya menumpang pada bahan-bahan organik tanah atau sisa-sisa tanaman yang telah mati. Gejala yang tampak pada tanaman adalah adanya area kehitaman dikelilingi bulu halus berwarna abu-abu pada bagian yang diserang. Tumbuh subur di lahan yang cenderung basah, terutama pada masa menjelang panen (satu bulan sebelum panen).

Ciri-ciri serangan tampak jelas pada batang. Serangan pada buah baru akan tampak setelah memasuki masa panen. Kulit buah tampak gelap keabu-abuan. Buah menjadi lembek. Pengendalian penyakit ini memerlukan langkah-langkah terpadu sebagai berikut.

  • Pengendalian cuaca dan kelembapan udara, sangat dimungkinkan apabila tanaman kiwi dipelihara di dalam greenhouse.
  • Penyiraman di pagi hari tanpa membasahi daun.
  • Menanam tanaman pelindung di sekitar kebun kiwi.
  • Menyingkirkan semua sisa tanaman yang telah mati.
  • Atur jarak tanam agar sirkulasi udara tetap baik.
  • Minimalkan risiko terjadinya luka atau sayatan pada tanaman yang menjadi tempat masuknya infeksi.
  • Perendaman benih dengan fungisida berbahan aktif benomil 50% untuk menciptakan bibit yang tahan terhadap penyakit ini.
  • Hindari penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen tinggi pada musim hujan.
  • Penerapan biofungisida yang bersifat dekomposer hayati, meliputi Trichoderma, Streptomyces, dan Geobacillus, pada perakaran. Interval pemberian 1 minggu sekali sejak bibit dipindahtanamkan.
  • Setelah tanaman dewasa, semprotkan bakterisida berbahan aktif tembaga atau bakterisida sistemik yang bersifat antibiotik.
  • Cabut dan bakar tanaman yang sudah terinfeksi.

3. Crown gall

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.27Tumor crown gall disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens yang merupakan bakteri saprofit tanah. Bakteri ini memanfaatkan gula sebagai sumber makanan. Masuk melalui luka pada tanaman. Tumor yang berwarna coklat atau hitam akan terbentuk di sekitar luka pada tanaman yang terinfeksi. Akibat serangan bakteri ini, tanaman rentan terhadap serangan patogen sekunder dan hama. Bakteri ini menyebabkan perubahan fisiologi pada jaringan yang terinfeksi sehingga kambium tidak berkembang membentuk phloem dan xylem secara normal.

Akibatnya transportasi air dan nutrisi terganggu. Pertumbuhan terhambat, produksi berkurang, gundul akibat rontoknya daun, dan menyebabkan kematian pada tanaman. Tumor terbentuk dengan cepat, hanya beberapa hari setelah tanaman terinfeksi. Hindari terjadinya luka pada tanaman. Tutup luka dengan ter atau bubur kalifornia/bordeaux. Apabila infeksi terlanjur terjadi, potong dan bakar bagian tanaman yang terkena serangan. Kontrol serangga dan hematoda yang hidup dan beraktivitas di sekitar akar.

Buang tanaman yang terkena serangan berat. Demikian cara penanganan penyakit ini.

 

Baca juga :

4. Kanker batang

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.28Tanaman yang terkena penyakit yang disebabkan bakteri patogen Pseudomonas syringae ini kulit batang, cabang, dan rantingnya memiliki satu atau lebih kanker yang tampak sebagai bercak coklat kemerahan. Bagian-bagian tanaman yang terserang terus-menerus mengeluarkan getah yang kental tetapi tidak menebal berwarna putih kekuningan. Penyakit ini terjadi umumnya di negara-negara subtropis pada musim dingin di mana bakteri Pseudomonas syringae menyebabkan daya tahan tanaman terhadap suhu dingin menurun.

Bakteri ini sendiri memiliki kemampuan menciptakan kristal es sehingga banyak dimanfaatkan dalam produksi salju buatan dan pengawetan makanan. Di Indonesia, kiwi yang ditanam di dataran tinggi juga rentan terhadap penyakit ini. Kanker terjadi akibat tanaman yang kehilangan daya tahan terhadap suhu dingin lalu mengalami dehidrasi dan mudah terluka. Luka inilah yang kemudian menjadi kanker. Menurunnya daya tahan tanaman ini juga menyebabkan tanaman kesulitan berfotosintesis dan rentan terkena penyakit bintik hitam coklat daun.

Untuk mengatasi penyakit ini, buang bagian-bagian tanaman yang terkena infeksi. Lindungi tanaman dari perubahan suhu yang ekstrem. Penempatan tanaman di dalam greenhouse adalah salah satu usaha yang cukup signifikan untuk mencegah munculnya penyakit ini. Hindari terjadinya luka pada kulit batang, cabang, dan ranting.

5. Hawar/bercak/totol bakteri (bacterial blight)

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.29Di Indonesia, Pseudomonas syringae terdeteksi menimbulkan penyakit bercak dan totol bakteri pada banyak tanaman perkebunan, terutama yang ditanam di dataran tinggi. Secara umum di berbagai negara, berbagai bakteri dari jenis Pseudomonas spp. memang menyebabkan penyakit yang serupa. Gejalanya, antara lain, terdapat bercak yang dikelilingi klorosis melingkar (chlorotic halo) pada daun dan buah. Penyebabnya adalah toksin koronatin yang dihasilkan oleh bakteri ini. Lentisel berubah warna menjadi merah.

Terjadi kecacatan pada daun dan tanaman, serta kematian pada ranting (dieback). Penyakit ini belum ditemukan secara pasti cara penyembuhannya, hanya saja dapat dihindari dengan melindungi tanaman agar tidak terluka karena bakteri ini menginfeksi melalui luka pada tanaman. Upaya pencegahan yang lain, misalnya, mengupayakan patogen tidak terdapat pada benih yang akan ditanam, air irigasi, alat-alat yang digunakan, dan pada sisa-sisa pertanaman maupun tanaman inang alternatif.

Untuk serangan yang tergolong berat, penyemprotan bakterisida berbahan aktif tembaga atau streptomisin mungkin diperlukan.

6. Busuk akar dan pangkal batang

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.26aPenyebab penyakit ini adalah jamur Armillaria mellea. Tanaman yang diserang tiba-tiba mati. Daunnya gugur, mahkota akar putus. Sporoforanya ada di dalam tanah, besar, tumbuh di permukaan akar tanaman. Menyebar melalui kontak akar dan sedikit tular tanah, di mana rhizomanya dapat tumbuh jauh dari akar yang terinfeksi.

Pencegahan meliputi menghindari kontak batang atas dengan tanah, pemanfaatan mulsa dan pupuk organik, perbaikan drainase, pengaturan jarak tanam, pemangkasan, sanitasi kebun, menghindari luka pada batang dan akar, dan melakukan pengamatan pangkal batang. Untuk penanganan, karantina tanaman  terinfeksi, lakukan pengapuran untuk meningkatkan pH, bongkar dan musnahkan tanaman terinfeksi berat. Jika baru sebagian yang terinfeksi, potong dan bakar bagian yang sakit, termasuk 1 – 3 cm bagian kulit yang masih sehat di sekitar bagian yang sakit.

Oleskan ter pada pangkal batang dan akar yang tampak dari luar sampai setinggi 50 cm sejak tahun ketiga setelah penanaman. Ulangi setiap awal musim hujan. Tutup bagian yang sudah diolesi ter dengan larutan kapur dan garam dapur. Rawat luka pada tanaman dengan olesan bubur kalifornia, bubur bordeaux, campuran carbolineum dan parafin, karbendazim 6,2% dan mankozeb 73,8%, atau tembaga oksiklorida. Tutup dengan ter setelah kulit mengalami regenerasi.

Jamur dapat dikendalikan dengan memanfaatkan agen antagonis cendawan Trichoderma sp. atau Gliocladium sp. yang dicampur pupuk kandang atau kompos. Alternatif lain dengan menaburkan belerang 60 – 70% sebanyak 1,5 – 3 kg per batang pada tanaman yang terkena serangan jamur ini. Sesuaikan dosis dengan besarnya tanaman. Alternatif terakhir adalah penggunaan fungisida berbahan aktif prothiocarb, propamocarb, cymoxamil, fosetyl, metalaxyl, asam fosfit, atau mankozeb.

Catatan:

Bubur kalifornia dan bubur bordeaux adalah formula perlindungan untuk luka pada tanaman agar tidak menjadi tempat masuknya berbagai bibit penyakit. Anda dapat memperolehnya di tempat-tempat penjualan bibit tanaman, melalui pemesanan secara online, atau membuat sendiri. Caranya cukup mudah. Bubur kalifornia dibuat dari campuran belerang dan kapur yang dilarutkan dalam air dengan komposisi 2 : 1 : 10. Aplikasikan menjelang musim hujan dan pada akhir musim hujan.

Bubur bordeaux dibuat dari campuran ¼ kg gamping/kapur, ¼ kg belerang, dan ¼ kg CuSO4 yang dilarutkan dalam 6 liter air. Caranya, haluskan gamping/kapur dan belerang, campur dalam satu ember. Siapkan satu ember lagi sebagai wadah untuk CuSO4. Didihkan air, bagi menjadi dua bagian. 3 liter pertama dituang ke dalam ember berisi campuran gamping dan belerang, kemudian 3 liter sisanya dituang ke dalam ember berisi CuSO4. Setelah masing-masing adonan diaduk hingga rata, satukan.

Aduk lagi hingga rata, lalu diamkan semalaman hingga terpisah antara cairan berwarna kuning dengan endapan. Ambil cairan beningnya (50 – 70 ml untuk dicampur dengan 14 liter air), gunakan untuk menyemprot atau mengoles luka pada tanaman. Lakukan setiap satu minggu sekali.

PEMBUAHAN

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.30Sekalipun telah menanam kedua jenis kiwi, jantan dan betina, terkadang pembuahan masih gagal dilakukan. Angin dan lebah adalah faktor-faktor utama yang dapat membantu terjadinya pembuahan. Tetapi, angin yang terlalu kuat atau terlalu lemah juga akan menyulitkan pembuahan. Selain itu, bunga kiwi tidak memiliki nektar yang cukup untuk menarik minat lebah. Untuk memastikan ada cukup banyak lebah di sekitar tanaman kiwi, diperlukan umpan.

Menanam tanaman pagar yang bunganya banyak menarik minat lebah dapat menjadi pilihan pemecahan masalah. Pilih tanaman yang aman disandingkan dengan tanaman kiwi. Membuat peternakan lebah di areal yang sama dengan perkebunan kiwi juga dapat menjadi solusi. Bagi Anda yang menanam kiwi di pekarangan rumah sebagai hobi, dapat membantu proses penyerbukan secara manual dengan menyapukan serbuk sari dari bunga jantan ke dalam ovarium bunga betina menggunakan kuas yang lembut.

PANEN BUAH KIWI

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.31Tanaman kiwi yang terpelihara dengan baik sudah dapat diharapkan hasilnya dalam 3 – 4 tahun setelah penanaman di lokasi permanen. Sejak proses pembungaan hingga siap panen membutuhkan waktu 200 – 225 hari. Pada puncak produktivitasnya (mulai umur 8 – 12 tahun) satu pohon dapat menghasilkan sekitar 25 kg buah kiwi. Ciri-ciri buah yang telah siap panen adalah sudah mencapai ukuran maksimal dan terasa lembut atau lunak ketika disentuh. Tekstur kulitnya lebih lembut dan mengeluarkan bau harum yang khas.

Biasanya kiwi mencapai ukuran maksimal sekitar bulan Agustus dan matang sempurna pada bulan Oktober – November. Pada saat itu, biji buah kiwi sudah berwarna hitam dan kadar gula buah ini sudah meningkat (12 – 15%). Kiwi yang matang pohon rasanya memang lebih nikmat, tetapi tidak tahan lama di penyimpanan. Itu sebabnya, panen kiwi untuk tujuan komersial sebaiknya dilakukan sebelum buah benar-benar matang. Kiwi termasuk jenis buah yang akan melanjutkan proses pematangannya sekalipun telah dipetik dari pohonnya.

Panen buah kiwi untuk tujuan komersial sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu pada bulan September ketika buah baru mencapai tingkat kematangan 80% atau kadar gulanya baru mencapai 6 – 8%. Panen buah kiwi harus dilakukan dengan hati-hati karena buah ini mudah rusak akibat benturan. Potong tangkainya dekat pangkal buah. Gunakan gunting tanaman yang tajam. Memetik kiwi langsung dengan tangan dapat merusak tempat bakal tumbuhnya bunga dan buah baru. Letakkan dengan hati-hati dalam keranjang.

Jangan tumpuk terlalu banyak agar buah yang berada di bagian bawah tidak rusak akibat tertindih. Petik buah yang telah mencapai ukuran maksimalnya saja. Buah yang masih agak kecil dibiarkan dahulu hingga mencapai ukuran maksimalnya untuk dipanen.

PASCAPANEN

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.32Pengelolaan buah kiwi pascapanen meliputi penyortiran, pengemasan, dan penyimpanan. Penyortiran dilakukan dengan mengelompokkan buah yang sudah terlalu matang dan yang masih memerlukan proses pematangan selanjutnya. Standar kualitas buah kiwi untuk dipasarkan meliputi kondisi buah yang masih agak keras ketika digenggam, kulitnya bebas cacat, tidak berkerut, tanpa noda, bintik, atau memar sekecil apapun.

Buah yang sudah terlalu matang sebaiknya langsung dikonsumsi atau diolah. Proses pematangan buah yang belum sepenuhnya matang disesuaikan dengan keperluan. Pematangan buah dapat dipercepat dengan cara memasukkan buah kiwi yang belum matang sepenuhnya ke dalam kantong plastik bersegel bersama buah-buahan lain yang sudah matang, seperti apel atau pisang. Simpan dalam suhu ruangan. Senyawa ethylene yang dilepaskan oleh buah-buahan yang sudah matang tersebut akan mempercepat proses pematangan kiwi.

Proses pematangan akan tetap terjadi jika kiwi disimpan dalam suhu ruangan. Hindarkan dari sinar matahari langsung. Jika menghendaki buah kiwi dapat bertahan lebih lama, simpan dalam pendingin sesegera mungkin setelah dipetik. Kiwi yang dikemas dalam kantong plastik kedap udara dan disimpan dalam lemari es akan bertahan sampai lebih dari 3 bulan. Kiwi yang dibekukan dapat bertahan lebih lama lagi, tetapi begitu dikeluarkan dari lemari pembeku harus segera dikonsumsi karena setelah mencapai suhu ruangan, buahnya akan menjadi sangat lembek.

BERBAGAI ZAT KANDUNGAN KIWI DAN MANFAATNYA

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.33Buah kiwi dapat dimakan langsung atau menjadi bahan pelengkap sajian makanan lainnya, seperti puding, pie, cake, dan sebagainya. Nikmat juga disantap sebagai campuran minuman, seperti es buah dan jus. Lebih nikmat jika dalam keadaan dingin. Banyak orang mengonsumsi kiwi dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu. Ternyata cara ini kurang tepat, mengupas kiwi hanya disarankan jika Anda hendak mencampurkannya dengan bahan-bahan lain dalam masakan.

Untuk konsumsi langsung, belah buah kiwi utuh menjadi dua bagian, keruk buah dengan sendok lalu langsung santap. Penambahan kiwi pada masakan sebaiknya dilakukan pada menit terakhir.

Maksudnya agar warna terang buah ini tetap terjaga sehingga menarik minat untuk menyantapnya. Produk makanan atau minuman yang mengandung produk susu dan diberi campuran kiwi mentah sebaiknya langsung dihabiskan. Jika menghendaki dapat disimpan lama, masak dahulu buah kiwi segar sebelum memasukkannya ke dalam berbagai olahan makanan ataupun minuman yang mengandung susu atau produk-produk turunannya. Sebaiknya kiwi juga tidak dicampurkan ke dalam produk makanan yang mengandung gelatin atau agar-agar.

Baca juga :

Berdasarkan hasil penelitian ahli gizi, kandungan nutrisi per 100 gr buah kiwi hijau segar sebagai berikut.

  • Kalori : 255 kj (61 kcal)
  • Karbohidrat : 14,66 gr
  • Gula : 8,99 gr
  • Serat pangan : 3,0 gr
  • Lemak : 0,52 gr
  • Protein : 1,14 gr
  • Vitamin A (lutein dan zeaxanthin) : 122 µg
  • Tiamina (B1) : 0,027 mg (2%)
  • Riboflavin (B2) : 0,025 mg (2%)
  • Niasin (B3) : 0,341 mg (2%)
  • Asam pantotenat (B5) : 0,063 mg (5%)
  • B6 : 0,63 mg (48%)
  • Folat (B9) : 25 µg (6%)
  • B12 : 0,08 µg (0%)
  • Vitamin C : 92,7 mg (112%)
  • Vitamin E : 1,46 mg (10%)
  • Vitamin K : 40,3 µg (38%)
  • Fosfor : 34 mg (5%)
  • Kalium : 312 mg (7%)
  • Kalsium : 34 mg (3%)
  • Tembaga : 0,13 mg (7%)
  • Besi : 0,31 mg (2%)
  • Magnesium : 17 mg (5%)
  • Natrium : 3 mg (0%)
  • Zink : 0,14 mg (1%)
  • Mangan : 0,098 mg
  • Selenium : 0,2 µg (0%)
  • Sodium : 3 mg (0%)
  • Kolin : 7,8 mg (2%)
  • Potasium : 312 mg (7%)

Dilihat dari tabel nutrisi di atas, kandungan vitamin C buah kiwi sangat tinggi, terbesar dibandingkan buah-buahan lainnya. Kiwi juga mengandung zat-zat antioksidan (flavonoid), antiperadangan, antialergen, dan memiliki kemampuan melawan bakteri Staphylococcus dan E-coli yang menyebabkan keracunan makanan. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin A, potassium, dan tembaga. Ada pula kandungan polifenol (18%) dan polisakarida. Kadar antioksidan dalam satu buah kiwi mencapai 27%.

Kandungan serat kiwi mencapai 66%, lebih tinggi daripada pepaya. Minyak biji buah kiwi mengandung asam alfa-linolenat dan asam lemak omega 3. Keunikan lain kandungan buah kiwi adalah adanya enzim actinidin yang mirip dengan papain pada pepaya mengkal. Enzim ini berfungsi mencerna protein dan dapat melunakkan daging. Itulah sebabnya mengapa kiwi mentah sebaiknya tidak dicampur dengan susu atau produk olahan susu, kecuali dapat segera dihabiskan sekaligus. Actinidin mampu memisahkan dan melarutkan protein.

Jika dicampur ke dalam produk yang kaya protein, dalam beberapa jam enzim ini akan memisahkan protein ke bawah. Produk-produk susu yang dicampur dengan buah kiwi mentah jika didiamkan terlalu lama akan mulai mengental. Sementara, gelatin atau agar-agar yang dimasak bersama buah kiwi akan sulit mengental. Kemampuan enzim papain melunakkan daging sudah terbukti. Anda juga dapat membuktikan kemampuan buah kiwi melunakkan daging secara alami. Caranya, kupas dan tumbuk buah kiwi.

Sebarkan secara merata pada potongan daging yang keras (proses marinasi). Diamkan 10 – 15 menit, kemudian bersihkan tebaran buah kiwi dari daging secara perlahan. Setelah bersih, daging siap diolah menjadi berbagai masakan. Kulit kiwi dapat dimakan langsung bersama buahnya. Kandungan serat dan antioksidan pada kulit kiwi tiga kali lebih besar daripada buahnya. Sebagian besar vitamin juga ada di bawah kulit. Kulit kiwi kaya akan provitamin A betakaroten, lutein, dan zeaxanthin.

Memakan buah secara utuh tanpa mengupas kulitnya akan memberi manfaat yang lebih baik. Sebelum mengonsumsi buah kiwi secara utuh, cuci dahulu pada air yang mengalir hingga bersih. Buah kiwi tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Sekarang ini, kiwi banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik sebagai bahan campuran pembuatan sabun, sampo, kondisioner, masker, lulur, dan parfum. Baunya yang khas disukai banyak orang.

Manfaat berbagai kandungan buah kiwi menyebabkan banyak orang menggunakannya sebagai pengobatan herbal. Berikut manfaat-manfaat buah kiwi bagi kesehatan.

  1. Kandungan kaliumnya mencegah stroke.
  2. Kandungan vitamin A, meskipun hanya sedikit, dapat membantu menjaga kesehatan mata.
  3. Menjaga kesehatan jantung dengan mengurangi risiko penyakit jantung. Kandungan polifenol buah kiwi dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Risiko penyakit jantung koroner juga dapat dicegah oleh kandungan kalium dari kiwi.
  4. Melindungi dari kerusakan DNA.
  5. Menyehatkan saluran pernapasan, mengatasi gangguan saluran napas (seperti batuk di malam hari, napas pendek, dan napas berbunyi akibat penyempitan saluran napas), meredakan asma.
  6. Kandungan serat berguna untuk menjaga kesehatan pencernaan dengan memperlancar pencernaan (efek pencahar ringan) dan mencegah rasa penuh di lambung.
  7. Mengurangi risiko pembekuan darah.
  8. Meningkatkan kualitas tidur.
  9. Kandungan asam folat dapat menjaga kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.
  10. Kandungan antioksidannya dapat menetralisir radikal bebas dan kandungan polifenolnya dapat mencegah beberapa jenis kanker sehingga mengonsumsi kiwi dapat mengurangi risiko kanker.
  11. Ion potassium pada kiwi dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kaliumnya mengatur tekanan darah tetap normal.
  12. Mencegah keriput pada kulit akibat kerusakan kolagen oleh radikal bebas.
  13. Merangsang pertumbuhan fitroblast, yaitu sel-sel yang memproduksi kolagen dan elastin yang membentuk struktur lapisan tengah kulit (dermis).
  14. Kandungan polisakarida membantu stimulasi pertumbuhan dan peremajaan kulit.
  15. Meningkatkan daya tahan tubuh (daya imun).
  16. Membantu proses metabolisme.
  17. Membantu proses penurunan berat badan secara efektif.
  18. Antioksidannya juga berfungsi sebagai detoksifikasi.
  19. Mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan sel.
  20. Mengaktifkan kontraksi otot.
  21. Mengatasi diabetes.

EFEK SAMPING

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Kiwi-Murah-online-di-kota-kabupaten.34Kemiripan enzim actinidin dengan enzim papain menjadi alasan mengapa orang yang memiliki alergi terhadap lateks, pepaya, atau nanas mungkin juga akan menunjukkan reaksi alergi terhadap kiwi. Gejala alergi meliputi gatal dan rasa tebal di mulut, napas berbunyi, mungkin dapat menyebabkan anafilaksis. Anafilaksis adalah gejala alergi berat yang meliputi gatal-gatal, bengkak, kesulitan menelan, napas pendek, muntah, pusing, dan penurunan tekanan darah. Reaksi alergi yang ekstrem dapat menyebabkan kematian.

Demikian serba-serbi seputar tanaman kiwi dan langkah-langkah pembudidayaannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba membudidayakan buah eksotis ini.

Untuk mendapatkan bibit tanaman kiwi yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.samudabibit.com atau langsung berkunjung ke kebun bibit kami di Perum Bumi Saraswati Desa Gaum Kecamatan Karanganyar Jawa Tengah. Kami menyediakan bibit tanaman kiwi siap tanam baik untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat. Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman langsung ke alamat tujuan.

Di samping bibit tanaman kiwi, kami juga menyediakan berbagai bibit dan benih tanaman perkebunan ataupun tanaman buah kegemaran dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan dan berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam buah-buahan, seperti pupuk dan obat-obatan, juga alat-alat perkebunan.

Produk terbaru

Rekening Bank

3270296652 a.n. Dwi Setiawan
138-00-1490645-2 a.n. Dwi Setiawan
0395463300 a.n. Dwi Setiawan
0149-01-044031-50-2 a.n. Dwi Setiawan

Pengiriman