( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Pembudidayaan Jeruk Baby Pacitan untuk Pemula

Wednesday, May 15th 2019.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.1

Jeruk manis pacitan (Citrus sinensis) atau populer dengan sebutan jeruk baby sudah lama dikenal orang. Sekilas bentuknya mirip dengan jeruk sunkist, begitupula cara makannya. Tetapi rasanya lebih dominan manis sehingga aman dikonsumsi bayi dan anak-anak. Itulah mungkin sebabnya buah ini disebut jeruk bayi. Manisnya segar, sebelum matang sempurna pun sudah manis. Merupakan salah satu jenis jeruk manis yang paling populer di Indonesia. Sentra pembudidayaannya yang terbesar ada di Pacitan, Jawa Timur, dan menjadi ikon dari kota tersebut.

Pembudidayaan jeruk baby pacitan tidak sulit. Anda juga dapat memeliharanya sebagai tanaman koleksi di rumah. Tanaman ini tumbuh tidak terlalu besar sehingga dapat Anda tanam di pekarangan yang tidak luas ataupun dalam pot. Agar tanaman jeruk baby pacitan Anda cepat berbuah, ikuti langkah-langkah penanaman dan perawatannya, baik untuk pembudidayaan secara komersial maupun sebagai tanaman koleksi di rumah, berikut ini.

A. Karakteristik dan morfologi.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.2

Jeruk baby pacitan adalah jenis tanaman jeruk yang memiliki kemampuan adaptasi terhadap lingkungan lebih luas. Pertumbuhannya lebih cepat, produktivitas lebih tinggi, pemeliharaan relatif lebih mudah, dan cocok untuk konservasi lahan karena tajuknya lebih lebar dan rapat. Batang berkayu dan tegak. Daun memiliki sayap yang ukurannya lebih kecil dari daun. Bunganya berukuran kecil. Rasa buahnya manis, minim sekali rasa asam sehingga aman dikonsumsi bayi dan anak-anak. Kandungan asamnya 50% lebih rendah daripada jenis-jenis jeruk yang lain.

Bentuk buah bulat bagian dasarnya kadang memiliki navel. Ukuran buah sedang, diameter buah 8 cm, berat rata-rata 150 – 200 gr per buah. Kulitnya tebal, sekitar 2 mm, teksturnya mulus. Kulit yang tebal ini melindungi buah dari residu. Ketika masih muda berwarna hijau, setelah matang menjadi hijau-jingga cerah dan berbau harum. Kulit buah jeruk baby sukar dikupas dari dagingnya. Daging buahnya berwarna jingga kekuningan, juringnya sukar dipisahkan. Bijinya besar, monoembrioni, dengan kotiledon berwarna putih.

B. Syarat tumbuh.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.3

Tanaman ini merupakan tanaman dataran rendah hingga tinggi. Ketinggian ideal tempat tumbuhnya adalah 500 – 1000 mdpl. Di luar ketinggian tersebut tetap dapat hidup, namun kualitasnya kurang baik. Membutuhkan sinar matahari penuh tanpa naungan. Suhu lingkungan berkisar antara 13 – 35oC dengan suhu optimal 22 – 23oC. Curah hujan 1000 – 3000 mm/tahun (optimal antara 1500 – 2500 mm/tahun) dengan bulan kering (di bawah 60 mm) 2 – 6 bulan atau optimal 3 – 4 bulan berturut-turut.

Karakteristik tanah yang cocok untuk menanam jeruk baby pacitan adalah lapisan tanah dalam, tidak ada lapisan kedap air hingga kedalaman 150 cm, kedalaman air tanah ±75 cm, dan teksturnya lempung berpasir. pH tanah ±6,5.

C. Pembibitan.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.4

Jeruk baby pacitan dapat diperbanyak dengan cara generatif atau vegetatif. Cara generatif mengunakan biji sebagai bakal benih. Tetapi cara ini lebih banyak dipraktikkan untuk mempersiapkan batang bawah bagi perbanyakan vegetatif karena banyaknya kelemahan. Untuk pembudidayaan, Anda perlu mengetahui cara menyemaikan biji jeruk baby. Biji dapat diperoleh dari tempat penjualan benih atau mengambil dari buah yang sudah matang.

Potong buah jeruk baby yang sudah matang, ambil bijinya. Keringanginkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama 2 – 3 hari hingga lendirnya hilang. Sementara itu, buat areal persemaian dengan mengolah tanah sedalam 30 – 40 cm. Buat petakan/bedeng persemaian dengan ukuran 1,15 – 1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak antarpetakan 0,5 – 1 m. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alu dengan jarak tanam 1 – 1,5 x 2 cm.

Langsung sirami biji yang sudah ditanam. Beri atap pada persemaian untuk melindungi benih. Setelah tingginya 20 cm (umur 3 – 4 bulan) pindah tanam ke polybag. Isi polybag dengan media semai yang terdiri dari pupuk kandang dan sekam (1 : 1) atau pupuk kandang, sekam, dan pasir (1 : 1 : 1). Untuk perbanyakan vegetatif, yang digunakan adalah sambung pucuk dan mata tempel. Pilih batang bawah dari jenis jeruk yang akarnya kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, serta toleran terhadap penyakit (virus, busuk akar, dan nematoda).

Batang bawah yang sehat memiliki ciri diameter batang 2 – 3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang. Biasanya batang bawah menggunakan jenis-jenis jeruk Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer citrange, dan Carizzo citrange. Jika ingin praktis, belilah benih jeruk bermutu yang bebas dari patogen sistemik tertentu, memiliki sifat-sifat yang sama seperti induknya, dan telah melewati tahapan proses produksi berdasarkan program pengawasan dan sertifikasi benih yang berlaku.

Benih yang bermutu berlabel bebas penyakit, diproduksi dalam polybag, berasal dari metode perbanyakan okulasi, sambungan antara batang bawah dan batang atasnya lurus, diameter batang bawah antara 1 – 1,5 cm, tinggi tanaman dari dasar polybag 75 – 100 cm, dengan tinggi sambungan okulasi dari pangkal akar minimal 20 cm. Selain itu, bibit memiliki keragaman optimal (segar, vigor, daun hijau, ukuran normal). Perakarannya normal, lurus dan sehat.

D. Pengolahan tanah untuk budi daya.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.5

Pembudidayaan jeruk baby pacitan memerlukan tahap persiapan berupa pengolahan lahan. Bebaskan lahan dari batu-batuan dan pohon besar agar tidak mengganggu proses pengolahan tanah dan penyebaran sinar matahari. Bersihkan dari tunggul dan sisa-sisa tanaman terdahulu, gulma, dan tanaman pengganggu lainnya. Gemburkan tanah menggunakan bajak atau cangkul. Jika jeruk baby ditanam di sawah, buat bedengan berukuran 1 x 1 x 1 m. Buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 75 cm dengan jarak tanam 5 x 5 cm atau 5 x 6 cm.

Penentuan ukuran lubang tanam dan jarak tanam disesuaikan dengan ukuran bibit dan banyaknya bibit yang akan ditanam dibandingkan luas lahan. Jika lahan cukup luas, jarak tanam 7 x 7 m lebih ideal bagi jeruk baby pacitan yang memiliki tajuk lebar. Aturlah baris tanam sejajar dengan arah barisan dari timur ke barat. Tujuannya agar sinar matahari dapat menyebar secara optimal.

Biarkan lubang tanam tetap terbuka selama 2 minggu agar mikroorganisme merugikan yang ada dalam tanah mati terkena panas matahari dan gas-gas yang berbahaya bagi akar tanaman dapat menguap. Campurkan tanah bekas galian lubang dengan 20 kg bahan organik (3 bagian tanah, 1 bagian pasir, dan 2 bagian pupuk kandang) atau 25 kg pupuk kandang/kompos dan 100 gr NPK. Jika pH tanah kurang dari 5,5 taburkan 1 kg dolomit/kapur pertanian ke dalam lubang.

E. Persiapan tempat penanaman untuk pekarangan dan tabulampot.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.6

Langkah-langkah persiapan lahan untuk penanaman di pekarangan lebih kurang sama dengan persiapan lahan untuk penanaman di kebun pembudidayaan. Hanya lingkupnya lebih kecil karena jumlah pohon yang ditanam lebih sedikit, tergantung luas lahan dan tujuan penanaman. Jarak tanam perlu diperhitungkan dengan jenis-jenis tanaman lain yang turut ditanam di lahan yang sama. Buat sistem drainase jika belum ada. Adapun untuk penanaman dalam pot, siapkan pot berdiameter 50 – 60 cm.

Pilih pot yang berbahan kuat dan sudah memiliki lubang untuk drainase. Sebarkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot. Siapkan media tanam berupa campuran tanah berpasir, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Dapat juga menggunakan tanah khusus pot yang sudah diformulasi berikut pupuk untuk tanaman jeruk.

F. Penanaman.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.7

Waktu penanaman yang terbaik adalah di awal musim hujan agar tanaman lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Masukkan setengah bagian tanah galian yang sudah dicampur pupuk ke dalam lubang tanam. Ambil bibit siap tanam yang sudah disirami sebelumnya, buka polybagnya dengan hati-hati agar media semainya tetap utuh. Potong akar yang bengkok atau terlalu panjang. Letakkan bibit beserta media semainya ke dalam lubang tanam. Posisikan tepat di tengah dan tegak lurus.

Timbun dengan sisa tanah galian sampai batas akar/pangkal batang pokok. Padatkan tanah dan tambahkan ajir untuk menopang bibit agar tetap tegak meskipun diterpa angin kencang. Sirami tanah hingga tampak basah merata. Pasang mulsa dari daun kelapa atau jerami. Usahakan mulsa tidak sampai menyentuh batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, tanam kacang-kacangan atau sayuran disela-sela bibit.

Setelah jeruk baby pacitan tumbuh besar dan tajuknya saling menutupi, ganti tanaman sela dengan rumput atau legum penutup tanah yang sekaligus dapat berfungsi sebagai penambah nitrogen pada tanah. Penanaman di pekarangan kurang lebih sama dengan penanaman di kebun. Adapun penanaman dalam pot didahului dengan memasukkan sebagian media tanam hingga ½ bagian pot. Letakkan bibit yang sudah disirami sebelumnya dan dibebaskan dari polybag dalam posisi tegak tepat di tengah pot.

Timbun dengan sisa media tanam hingga 2 cm di bawah bibir pot. Padatkan sedikit agar tidak roboh, lalu sirami secara merata hingga sisa air mengalir keluar melalui lubang di bawah pot. Penanaman di dalam pot tidak memerlukan mulsa.

H. Penyiraman.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.8

Tanaman jeruk baby yang sedang berada dalam fase vegetatif awal (masa pertumbuhan) memerlukan pengairan yang cukup. Begitu pula kelak pada masa pembungaan dan pembuahan. Pada masa-masa ini, pengairan atau penyiraman yang teratur diperlukan. Sirami 1 – 2 kali sehari pada masa awal pertumbuhan atau dengan melihat cuaca dan kondisi tanah. Penyiraman tidak diperlukan jika curah hujan sudah cukup dan sinar matahari tidak terik. Sebelum melakukan penyiraman, cek kondisi kelembapan tanah.

Baca juga :

Caranya dengan mengambil sejumput tanah lalu kepalkan dengan tangan. Buka kembali kepalan tangan. Jika tanah hancur dan telapak tangan tetap kering berarti kandungan air kurang dan saatnya disirami. Jika kepalan tanah tetap utuh/tidak pecah dan terasa basah di tangan, berarti kelembapan masih cukup dan penyiraman dapat ditunda atau dikurangi frekuensinya. Setelah bunga terbentuk, sirami 5 – 7 hari sekali sampai bunga menjadi bakal buah (pentil). Selanjutnya, kurangi frekuensi menjadi 7 – 10 hari sekali sampai panen.

Pengaturan pengairan semacam ini dapat mengurangi risiko kecilnya ukuran buah yang dihasilkan dan rendahnya mutu buah. 2 minggu sebelum panen, kurangi lagi frekuensi penyiraman sedikit demi sedikit untuk membentuk rasa manis dan tingkat kematangan. Usai panen, keringkan tanaman selama 3 bulan (stress air) untuk merangsang proses pembungaan kembali.

I. Pemupukan.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.9

Jeruk baby pacitan yang ditanam di dalam pot atau di pekarangan tidak terlalu banyak memerlukan pemupukan. Cukup menggunakan pupuk organik khusus tanaman jeruk atau NPK dengan dosis sesuai anjuran pemakaian. Pupuk dapat dicampur dengan air hingga menjadi larutan dan disiramkan berbarengan dengan jadwal penyiraman atau dibenamkan di sekeliling batang pokok di bawah lingkar luar tajuk tanaman. Untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan, berikan NPK daun atau ZPT.

Khusus untuk tabulampot, jika media tanam sudah jenuh perlu diganti dengan yang baru agar kembali dapat memenuhi unsur hara yang diperlukan tanaman. Penambahan unsur hara untuk jeruk baby yang ditanam di kebun pembudidayaan dapat menggunakan kombinasi pupuk kimia, bahan organik, kapur, dan lain-lain melalui tanah dan daun agar mendapat untuk maksimal tanpa menimbulkan penurunan mutu lingkungan. Jika pH tanah kurang dari 5,5 campurkan 100 kg bahan organik dengan 0,25 – 0,50 kg kapur CaCO3.

Untuk mencegah defisiensi unsur mikro, semprotkan 2 – 4 kali pupuk mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, Mo, dan B) saat pertunasan pada pagi hari, interval aplikasi 1 minggu. Cara pemberian pupuk dengan membuat selokan kecil sedalam 20 – 30 cm melingkar di sekeliling batang tanaman seluas tajuk. Berikut rekomendasi pemupukan.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.38a
Keterangan: * untuk tanah kurang subur, tekstur berpasir, iklim basah aplikasi 6 kali setahun.

J. Penyiangan, penggemburan, dan pembubunan.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.10

Sebagai salah satu upaya pencegahan serangan hama dan penyakit pada tanaman jeruk baby, lakukan penyiangan rutin terhadap gulma dan berbagai jenis tanaman pengganggu lainnya yang mungkin menjadi inang atau tempat tumbuh dari hama. Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah. Secara berkala tanah perlu digemburkan kembali agar kemampuannya menyerap air lebih baik, nutrisinya terjaga, sekaligus sebagai tindakan pencegahan penyebaran penyakit tular tanah.

Jika kebun jeruk berada di tanah berlereng, nutrisi dalam tanah lebih cepat hilang karena tanah tergerus air hujan. Selain itu, tanaman berisiko tumbang akibat perakaran yang terbuka sebab tanah yang mengikatnya terkena erosi. Untuk itu perlu dilakukan pembubunan. Caranya dengan meninggikan timbunan tanah di pangkal batang pokok. Penyiangan, penggemburan, dan pembubunan dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan pemupukan.

K. Pemangkasan.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.11

Pohon jeruk baby memiliki tajuk yang lebar dan rapat sehingga memerlukan pemangkasan secara rutin agar seluruh bagian tanaman mendapatkan sinar matahari secara merata. Pemangkasan awal dilakukan untuk membentuk pohon. Pangkas semua tunas dan ranting yang tumbuh tidak teratur, sisakan 3 tunas untuk membentuk cabang primer. Setelah cabang primer tumbuh besar dan bertunas banyak, pangkas dengan menyisakan 3 tunas pada masing-masing cabang.

Ulangi lagi langkah yang sama hingga terbentuk pola 1 – 3 – 9 – 27. Pemangkasan pembentukan ini harus dilakukan sedini mungkin. Selain agar tanaman tumbuh optimal dan produktif, pemangkasan juga dapat mencegah tanaman terkena hama dan penyakit, terutama yang berhubungan dengan kelembapan. Bagian-bagian tanaman yang tertutup rerimbunan daun rawan menjadi tempat hidup hama dan jamur karena kelembapan yang tinggi.

Pangkas tunas yang tumbuh liar, ranting yang kering dan mati, serta bagian-bagian tanaman yang menunjukkan gejala serangan hama dan penyakit agar tidak menyebar luas. Tutup bekas luka dengan olesan fungisida atau lilin. Gunting pangkas disterilkan dengan cara direndam dalam cairan klorox atau alkohol. Bagian-bagian tanaman yang sakit dibakar atau dikubur.

L. Penjarangan buah.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.12

Pohon jeruk baby termasuk tanaman yang genjah dan produktivitasnya tinggi. Sekali panen di usia produktifnya, bisa menghasilkan ratusan buah. Tetapi buah yang tumbuh terlalu banyak dalam satu ranting dapat menurunkan kualitasnya akibat perebutan nutrisi, di samping meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit serta patahnya ranting karena tidak kuat menahan bobot buah. Kegiatan menyeleksi dan mengurangi jumlah buah di pohon dapat menghasilkan buah bermutu tinggi dan menjaga stabilitas produksi.

Buang buah yang cacat, terserang hama dan penyakit, serta berukuran paling kecil. Potong dari rantingnya dengan gunting pangkas yang steril. Sisakan dua buah per tandan. Kegiatan ini dilakukan 4 bulan setelah pembungaan dan sebelum pengaplikasian pupuk yang kedua.

M. Pengendalian hama dan penyakit.

Meskipun berbagai langkah pencegahan sudah dilakukan, kadang kala datangnya hama dan penyakit tidak dapat dihindarkan. Apalagi jika di areal sekitar memang sedang terjadi serangan serius yang mewabah. Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jeruk, terutama jeruk baby (jeruk manis), dan langkah-langkah penanganannya.

1. Hama

a ) Kutu loncat (Diaphorina citri Kerw.).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.13

Kutu ini menyerang tangkai, kuncup daun, tunas, dan daun muda. Gejala serangan tunas kering, lalu tanaman mati. Cara mengendalikan hama ini adalah dengan melakukan monitoring menggunakan perangkap kuning (yellow fluorescense sticky trap), membuang bagian yang terkena serangan, dan aplikasi insektisida berbahan aktif dimethoate, monocrotophos, alfametrin, endosulfan, profenofos, dan sipermetrin yang disemprotkan menjelang dan pada saat pertunasan. Dapat juga dengan cara mengoleskan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada batang.

b ) Kutu daun (Toxoptera citridus, Toxoptera aurantii, Myzolas persicae, Aphis gosypii).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.14

Kutu dari berbagai jenis ini menyerang tunas muda dan bunga. Akibatnya daun menggulung dan bekas serangan menetap sampai daun dewasa. Penanganannya dengan melakukan monitoring terhadap tunas baru dan penyemprotan atau pengolesan insektisida. Jenis-jenis insektisida yang dapat digunakan, antara lain, yang berbahan aktif methidathion, dimethoate, alfapetrin, diazinon, phosphamidon, profenofos, sipermetrin, dan malathion. Pengaplikasiannya dengan disemprotkan pada saat pertunasan. Cara lain adalah dengan mengoleskan imidakloprid pada batang.

c ) Ulat peliang daun (Phylocnictis citrella).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.15

Hama ini menyerang daun muda. Bekas serangannya membentuk alur melingkar transparan atau keperakan, tunas dan daun muda mengerut, menggulung, lalu rontok. Langkah-langkah penanganannya, antara lain, dengan monitoring, petik daun yang diserang dan kubur di dalam tanah untuk mencegah penyebaran, kemudian semprot dengan pestisida berbahan aktif betasilfutrin, methidathion, diazinon, atau malathion.

d ) Tungau (Tenvipalsus sp., Eriophyes sheldoni, Tetranychus sp.).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.16

Bagian tanaman yang diserang hama ini sangat beragam, mulai dari tangkai, daun, juga buah. Akibat serangannya muncul bercak keperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Semprotkan insektisida berbahan aktif propargite, cyhexation, dicofol, atau oxythiquinox ke bagian-bagian tanaman yang terkena serangan.

Baca juga :

e ) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.17

Hama ini disebut penggerek buah karena menggerek buah yang diserangnya hingga ke dalam. Jika diperhatikan pada buah yang diserang tampak ada lubang yang mengeluarkan getah. Atasi dengan memetik buah yang terinfeksi lalu buang dan musnahkan. Semprotkan insektisida berbahan aktif methomyl atau methidathion saat buah berumur 2 – 5 minggu.

f ) Kutu pengisap daun (Helopeltis antonii).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.18

Sekalipun namanya kutu pengisap daun, tetapi hama ini tidak hanya menyerang daun. Dalam serangan yang berat, kutu ini juga menyerang buah. Gejala dari serangan kutu ini adalah adanya bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Semprotkan insektisida berbahan aktif fenitrotionmothion, fenithion, metamidofos, atau methomyl untuk mengatasi hama ini.

g ) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays spp.).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.19

Bagian tanaman yang diserang hama ini adalah kuncup bunga. Gejalanya berupa bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3 – 0,5 cm. Akibat serangan hama ini bunga mudah rontok dan buah muda gugur sebelum tua. Aplikasikan insektisida berbahan aktif methomyl atau methidathion. Buang bagian-bagian tanaman yang diserang.

h ) Thrips (Scirtothrips citri).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.20

Hama ini menyerang tangkai dan daun muda. Akibat serangannya, daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menghitam, kemudian mengering, dan gugur. Bekas luka pada tangkai berwarna coklat keabuan, kadang disertai nekrotis. Untuk mengatasi hama ini, jaga tajuk tanaman jangan terlalu rapat agar sinar matahari dapat masuk ke seluruh bagian tanaman. Hindari penggunaan mulsa jerami jika ada tanda-tanda kehadiran hama ini disekitar kebun.

Gunakan insektisida berbahan aktif dicofol atau z-propargite untuk disemprotkan pada masa tanaman bertunas.

i ) Kutu dompolan (Planococcus citri).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.21

Hama berupa kutu ini menyerang tangkai buah. Gejalanya tampak bekas warna kuning pada tangkai, lalu tangkai mengering, dan buah gugur. Atasi dengan pemangkasan cabang dan ranting yang terlalu rimbun, cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Semprotkan pestisida selektif, contohnya yang berbahan aktif methomyl, triazophos, carbaryl, atau methidathion.

j ) Lalat buah (Dacus sp.).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.22

Hama yang menjadi musuh utama tanaman buah ini menyerang buah yang hampir masak. Gejala serangannya berupa lubang kecil di bagian tengah kulit buah, buah gugur, dan ditemukannya belatung kecil di dalam buah. Bungkus buah sejak masih sangat muda untuk pencegahan. Jika serangan tetap terjadi, pasang perangkap dengan feromon methyl eugenol atau protein hydrolisate. Jika penggunaan perangkap masih belum berhasil mengatasi hama ini, semprotkan insektisida berbahan aktif fenthion atau dimethoate.

k ) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii, Unaspis citri).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.23

Hama ini menyerang daun, buah, dan tangkai. Akibat serangannya, daun berwarna kuning, terdapat bercak khlorotis, dan gugur. Serangan berat mengakibatkan ranting dan cabang kering, kulitnya retak, kemudian buah gugur. Lakukan monitoring untuk mengatasi hama ini dilanjutkan penyemprotan deterjen, mineral oil, atau pestisida golongan organofosfat atau karbamat. Contohnya pestisida berbahan aktif diazinon, phosphamidon, dichlorophos, atau methidathion,.

l ) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.24

Berbeda dengan hama-hama lain yang cenderung menyerang daun dan tunas muda, hama ini menyerang daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Akibat serangan hama ini, daun gugur, ranting muda kadang ikut mati. Cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembapan perakaran, dan pengaplikasian insektisida berbahan aktif carbaryl atau diazinon.

2. Penyakit.

a ) CVPD (Huang Long Bing).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.25

Penyakit spesifik tanaman jeruk ini disebabkan oleh bacterium like organism dengan vektor kutu loncat. Bagian tanaman yang diserang adalah silinder pusat batang (phloem). Akibat penyakit ini, daun menyempit, kecil, lancip. Buah kecil, asam, bijinya rusak, dan pangkal buah berwarna jingga. Untuk pencegahan, gunakan bibit yang sehat, bebas CVPD. Jauhkan lokasi kebun, minimal 5 km dari kebun yang terserang.

Kendalikan kutu Diaphorina citri (dengan insektisida bila perlu), bongkar tanaman yang terserang dan sulam dengan bibit baru yang seumur dengan tanaman yang dibongkar, pemupukan seimbang (makro dan mikro), dan koordinasikan pengelolaan kebun dalam wilayah pengembangan. Jaga sanitasi kebun.

b ) Tristeza.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.26

Penyakit ini disebabkan oleh virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Penyakit ini sangat umum menyerang jenis-jenis jeruk manis seperti jeruk baby, terutama yang menggunakan batang bawah dari Japanese citroen. Gejalanya, antara lain, terjadi lekuk batang, daun kaku dan memucat, vena daun, serta pertumbuhan terhambat. Untuk mengatasinya, perhatikan dan perbaiki sanitasi kebun, musnahkan tanaman yang terserang, dan kendalikan vektor dengan insektisida.

c ) Woody gall (vein enation).

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.27

Penyakit ini disebabkan oleh virus Citrus vein enation dengan vektor Toxoptera dan Aphis. Seperti halnya tristeza, penyakit ini biasa menyerang jenis-jenis jeruk manis, termasuk jeruk baby. Terutama yang menggunakan batang bawah dari jenis Rough lemon dan Sour orange. Gejalanya adalah muncul tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang di permukaan daun. Untuk pencegahan, gunakan mata tempel yang bebas virus dan perhatikan sanitasi.

d ) Blendok.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.28

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Diplodia natalensis yang menyerang batang dan cabang. Kulit ketiak cabang yang diserang mengeluarkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayunya menjadi keabu-abuan, kulitnya kering dan mengelupas. Potong cabang yang terinfeksi untuk mengatasi penyakit ini. Oleskan karbolineum atau fungisida Cu dan benomyl 2 kali setahun pada bekas luka pangkasan.

e ) Embun tepung.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.29

Penyebab penyakit ini adalah jamur Oidium tingitanum. Jamur ini menyerang daun dan tangkai yang masih muda. Gejala serangan tampak pada adanya tepung berwarna putih pada daun dan tangkai muda. Untuk mengatasi penyakit ini, pangkas bagian-bagian yang terserang. Semprotkan larutan kapur belerang atau bubur bordeaux. Cara lain adalah dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif spirokozanol, propineb, pyrazophos, atau bupirimate.

Baca juga :

f ) Kudis.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.30

Penyebab penyakit ini adalah jamur Sphaceloma fawcetti yang menyerang daun, tangkai, dan buah. Gejalanya berupa munculnya bercak kecil jernih yang kemudian berubah menjadi seperti gabus berwarna kuning atau jingga. Untuk mengatasinya, lakukan pemangkasan secara teratur dan terapkan fungisida berbahan aktif dithiocarbamate atau benomyl.

g ) Busuk buah.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.31

Ada tiga jenis jamur yang dapat menimbulkan penyakit ini, yaitu Penicillium spp., Phytophtora citriphora, dan Botryodiplodia theobromae. Bagian tanaman yang diserang adalah buah dengan gejala adanya tepung padat berwarna hijau kebiruan di permukaan kulit buah. Untuk mengatasinya, hindari kerusakan mekanis pada buah, celupkan buah ke dalam air panas atau fungisida benomyl, pelilinan, dan pemangkasan bagian bawah pohon.

h ) Busuk akar dan pangkal batang.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.32

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytophtora nicotianae yang menyerang akar dan pangkal batang. Akibat penyakit ini, daun yang berada di bagian ujung dahan berwarna kuning. Tunas tidak segar dan tanaman kering. Langkah pencegahan penyakit ini, antara lain, pengolahan tanah dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, dan memastikan tinggi mata tempelan minimal 20 cm dari permukaan tanah.

i ) Buah gugur prematur.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.33

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp., Colletotrichum sp., dan Alternaria sp. Jamur-jamur ini menyerang buah dan bunga. Akibat serangan penyakit ini, buah gugur 2 – 4 minggu sebelum panen. Atasi dengan fungisida benomyl atau caprafil.

j ) Jamur upas.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.34

Penyebab penyakit ini adalah jamur Upasiana salmonicolor yang menyerang batang. Gejala serangannya berupa munculnya retakan melintang pada batang yang mengeluarkan gom. Batang mengering dan sukar dikelupas. Untuk mengatasinya, kulit yang terinfeksi harus dikupas dan disaput fungisida carbolineum. Potong cabang yang terinfeksi.

k ) Kanker.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.35

Penyebab kanker pada jeruk baby atau jeruk manis adalah bakteri Xanthomonas campestris cu. Citri. Penyakit ini menyerang daun, tangkai, dan buah. Gejalanya berupa bercak kecil warna hijau gelap atau kuning sepanjang tepi bagian yang diserang. Luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3 – 5 mm. Berikan fungisida Cu, seperti bubur bordeaux atau copper oxycholora. Sebagai pencegahan, celupkan mata tempel ke dalam 1000 ppm streptomycin selama 1 jam sebelum ditempelkan pada batang bawah.

N. Panen dan pascapanen.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.36

Jeruk baby pacitan dapat dipanen mulai usia 2 – 3 tahun dari bibit yang diperbanyak dengan metode vegetatif. Hasil maksimal dicapai pada usia 8 tahun, di mana satu pohon dapat menghasilkan 300 – 400 buah per tahun. Buah mencapai kematangan optimal dan layak panen 8 bulan dari pembungaan. Ciri-ciri buah siap panen adalah bila dipijat dengan ibu jari dan telunjuk tidak terasa keras, kulitnya sudah berwarna kekuningan, dan kadar sari buahnya mencapai 35 – 40%.

Panen sebaiknya dilakukan ketika cuaca cerah. Jangan memanjat pohon, gunakan tangga empat kaki dan potong buah dengan gunting pangkas. Masukkan buah yang telah dipetik ke dalam tas plastik 5 kg yang digantungkan di leher untuk mencegah buah jatuh atau terbentur. Selesai panen, pindahkan buah dari dalam tas plastik ke dalam keranjang yang sudah dilapisi karung plastik. Kemudian kumpulkan buah di tempat yang teduh dan bersih. Lanjutkan dengan sortasi.

Singkirkan buah yang bermutu rendah atau memar. Buang buah yang rusak. Sisanya yang bermutu baik disortasi berdasarkan diameter dan berat buah. Pembagian kelas berdasarkan empat kelompok, A – D. Kelompok A adalah buah yang terbesar dengan mutu terbaik, sementara D adalah buah dengan ukuran paling kecil. Simpan buah dalam temperatur 8 – 10oC. Kemas buah dalam keranjang bambu atau kayu tebal untuk pasar lokal dan kardus untuk ekspor. Jangan terlalu padat dalam satu kemasan agar buah tidak rusak.

Susun sedemikian rupa sehingga tetap ada rongga antarbuah, tetapi buah tidak dapat bergerak. Kapasitas per wadah maksimal 50 – 60 kg.

O. Pemanfaatan dan khasiat jeruk baby.

Pembudidayaan-Jeruk-Baby-Pacitan-untuk-Pemula.37

Jeruk baby pacitan dapat dinikmati langsung dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian dan disesap atau diperas dan diambil airnya sebagai jus. Dapat juga diekstrak menjadi bahan minuman instan. Meskipun namanya jeruk baby, tetapi bukan hanya bayi dan anak-anak yang dapat menikmati rasa buah ini. Sekalipun tingkat kemanisannya lebih tinggi dari jenis-jenis jeruk yang lain, jeruk baby tetap sehat dan aman dikonsumsi penderita diabetes.

Sekalipun namanya jeruk, tetapi kandungan vitamin yang terbesar dalam jeruk baby justru vitamin A. Vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk siam. Selain itu, juga mengandung vitamin B6, karbohidrat, dan kalsium. Kandungan lainnya, antara lain, serat pangan, beta cryptoxhantin, dan karotenoid. Selain pada jeruk baby, beta cryptoxhantin juga dapat ditemukan pada berbagai macam buah-buahan dan sayur-sayuran yang berwarna jingga-merah, seperti jagung, labu, dan wortel.

Dengan kandungan-kandungan tersebut, jeruk baby pacitan memiliki manfaat untuk kesehatan sebagai berikut.

  • Vitamin A berfungsi menjaga kesehatan mata dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Vitamin C dengan antioksidan alaminya berkhasiat menurunkan risiko perkembangan kanker (terutama kanker usus besar) yang terjadi akibat rusaknya DNA sebagai efek dari radikal bebas, menjaga kesehatan sel-sel kulit dan membantu meremajakannya, serta mencegah sariawan.
  • Vitamin B6 memproduksi hemoglobin dan magnesium yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
  • Beta cryptoxhantin dan karotenoid dapat menurunkan risiko kanker paru-paru.
  • Rasa manis jeruk baby berasal dari kandungan serat dan gula fruktosa yang membantu menjaga kadar gula darah tetap normal sehingga menurunkan risiko diabetes.
  • Senyawa polymethoxylated flavon (PMFs) membantu upaya menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
  • Fitonutrient seperti flavonoid dan inositol membantu menenangkan syaraf dan otot.

Demikian panduan sederhana cara menanam dan merawat jeruk baby pacitan, baik untuk pembudidayaan atau sebagai koleksi di rumah, agar cepat berbuah. Semoga dapat membantu kesuksesan Anda yang baru ingin memulai usaha pembudidayaan atau pemeliharaan tanaman ini. Untuk mendapatkan bibit jeruk baby pacitan yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.samudabibit.com atau langsung berkunjung ke kebun pembibitan kami di Perum Bumi Saraswati Desa Gaum Kecamatan Karanganyar Jawa Tengah.

Kami menyediakan bibit jeruk baby untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat. Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman ke alamat tujuan. Di samping bibit tanaman jeruk baby dan berbagai jenis jeruk lainnya, kami juga menyediakan macam-macam bibit tanaman perkebunan ataupun tanaman buah kegemaran dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan serta berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam, mulai dari pupuk dan obat-obatan, sampai alat-alat perkebunan.

 

Incoming search terms:

  • sambungan penggembur tanah

Produk terbaru

Rp 150.000 300.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Mangga Kelapa
Harga Rp 150.000 300.000
Anda HematRp 150.000 (50.00%)
Lihat Detail
Rp 150.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSamudra Planter Bag Diameter 65 cm / Volume 200 liter
Harga Rp 150.000 200.000
Anda HematRp 50.000 (25.00%)
Lihat Detail
Rp 100.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBenih Tomat Golden Sunrise
Harga Rp 100.000 200.000
Anda HematRp 100.000 (50.00%)
Lihat Detail
Rp 150.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPupuk Organik Khusus Tanaman Buah
Harga Rp 150.000 200.000
Anda HematRp 50.000 (25.00%)
Lihat Detail
Rp 100.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSarung Tangan Serbaguna
Harga Rp 100.000 150.000
Anda HematRp 50.000 (33.33%)
Lihat Detail
Rp 150.000 200.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Sawo Jumbo
Harga Rp 150.000 200.000
Anda HematRp 50.000 (25.00%)
Lihat Detail
Rp 100.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTanaman Buah Cermai
Harga Rp 100.000 150.000
Anda HematRp 50.000 (33.33%)
Lihat Detail
Rp 50.000 75.000
Order Sekarang » SMS : 0823-1087-4445
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangSamudra Planter Bag Diameter 40 cm / Volume 50 liter
Harga Rp 50.000 75.000
Anda HematRp 25.000 (33.33%)
Lihat Detail

Rekening Bank

3270296652 a.n. Dwi Setiawan
138-00-1490645-2 a.n. Dwi Setiawan
0395463300 a.n. Dwi Setiawan
0149-01-044031-50-2 a.n. Dwi Setiawan

Pengiriman