( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Serba-Serbi Budi Daya Mahkota Dewa

Friday, January 4th 2019.

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.2

Berbagai macam penyakit dapat disembuhkan dengan berbagai macam obat. Akan tetapi, obat-obatan kimia tidak bebas dari efek samping. Belakangan, banyak orang beralih menggunakan obat-obatan herbal yang lebih ramah lingkungan dan minim efek samping. Harganya juga relatif lebih murah dan lebih mudah didapat daripada obat-obatan kimia. Salah satu bahan obat herbal yang marak dicari orang adalah mahkota dewa.

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah tanaman asli daratan Papua. Merupakan jenis pohon perdu yang rimbun dengan ketinggian maksimal mencapai 5 meter. Tidak hanya memiliki khasiat yang luar biasa sebagai tanaman obat, tanaman ini juga banyak digunakan sebagai tanaman peneduh karena sifatnya yang rimbun. Buahnya yang berbentuk bulat dengan warna merah menyala sangat cantik dan menarik sehingga banyak pula yang menjadikannya sebagai tanaman hias.

Karena khasiatnya bagi kesehatan dan kecantikannya sebagai penghias taman, banyak yang tertarik untuk menjadikan tanaman ini sebagai koleksi pribadi di rumah. Akan tetapi, pemanfaatannya sebagai obat ternyata tidak bisa sembarangan. Di samping khasiatnya bagi kesehatan, tanaman ini juga menyimpan bahaya karena kandungan racun, terutama dalam bijinya. Itu sebabnya, pengolahan buah mahkota dewa menjadi obat-obatan memerlukan penanganan khusus dan kehati-hatian, tidak bisa dilakukan sembarangan.

Semakin banyak permintaan dan kebutuhan akan obat herbal dari tanaman ini, maka mulailah tanaman ini dibudidayakan secara serius. Berikut langkah-langkah pembudidayaan tanaman mahkota dewa di berbagai media untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.

Morfologi

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.1

Mahkota dewa merupakan tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan tajuk bercabang-cabang. Tingginya 1 – 5 meter, rata-rata mencapai 3 meter. Mampu bertahan hidup hingga puluhan tahun dan mencapai puncak produktivitasnya pada usia 10 – 20 tahun. Bagian-bagiannya terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan buah. Akar mahkota dewa merupakan akar tunggang sepanjang 100 cm, berwarna kuning kecoklatan. Batangnya bulat dengan permukaan kasar, diameter sekitar 15 cm.

Kulit batang berwarna coklat kehijauan, bagian kayunya berwarna putih dan bergetah, percabangannya simpodial. Getah batang ini dipercaya dapat mengobati kanker tulang, akan tetapi menyulitkan dalam proses pencangkokan sehingga sering berakibat kegagalan. Daunnya tunggal, berhadapan, tangkainya pendek. Bentuk daun lonjong langsing memanjang atau jorong dengan bagian ujung dan pangkal runcing. Sekilas mirip daun jambu air, tetapi lebih langsing. Panjang 7 – 10 cm, lebar 3 – 5 cm.

Tepi daun rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, tidak berbulu. Warna daun hijau tua dengan daun tua berwarna lebih gelap daripada yang muda. Warna bagian permukaan lebih tua daripada bagian bawah. Daun tumbuh dengan rimbun/lebat. Bunganya adalah bunga majemuk yang tersusun dalam kelompok 2 – 4 kuntum. Berbentuk tabung seperti terompet dan berukuran kecil, bentuk dan ukuran bunga mahkota dewa ini mirip dengan bunga cengkeh. Warnanya putih, baunya harum.

Letaknya tersebar di batang dan ketiak daun. Tumbuh sepanjang tahun tanpa mengenal musim, paling banyak pada musim hujan. Buah mahkota dewa berbentuk bulat seperti bola kecil berdiameter 3 – 5 cm. Tumbuh dari batang utama hingga ranting. Bagian-bagiannya meliputi kulit, daging buah, cangkang, dan biji. Kulit buah memiliki permukaan yang licin dan beralur. Ketika masih muda, kulit buah berwarna hijau. Setelah buah tua dan masak berubah warna menjadi merah menyala hingga merah marun.

Ketebalan kulit antara 0,1 – 1 mm. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Ketebalan daging buah variatif tergantung besarnya buah. Ketika masih muda, rasa kulit dan daging buah sepat agak manis. Semakin tua, serat daging buah semakin banyak sehingga sulit diiris. Cangkang merupakan semacam batok yang melindungi biji. Ketebalannya mencapai 2 mm. Warnanya putih dan rasanya sepat pahit, lebih pahit daripada kulit dan daging buah. Biji mahkota dewa berbentuk bulat agak lonjong dengan diameter 1 – 2 cm.

Teksturnya keras. Bagian luarnya berwarna coklat, sementara bagian dalamnya berwarna putih. Biji merupakan bagian yang paling beracun dari tanaman mahkota dewa.

Syarat tumbuh

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.3

Mahkota dewa merupakan tanaman yang sangat mudah beradaptasi. Pada iklim tropis, produksinya tidak mengenal musim. Tumbuh dengan baik di ketinggian antara 0 – 1600 mdpl, paling optimal di ketinggian 10 – 1000 mdpl. Menyukai tanah subur di lahan gembur dengan kandungan bahan organik tinggi, pH 5,5 – 7,2. Curah hujan 1000 – 2500 mm/tahun, suhu 20 – 33oC, kelembapan 70 – 90%. Akan tumbuh lebih baik lagi apabila mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Lokasi pembudidayaan mahkota dewa sebaiknya jauh dari polusi agar tidak tercemar unsur-unsur polutan seperti logam berat, arsen, dan lain-lain. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan konservasi tanah dan penguat terasering untuk menghindari erosi dan tanah longsor pada lahan miring. Cocok pula untuk dijadikan tanaman tumpang sari dengan jenis-jenis tanaman obat lainnya.

Pembibitan

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.4

Perbanyakan bibit mahkota dewa paling mudah dan minim risiko kegagalan adalah melalui cara generatif (biji). Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek dan cangkok) memerlukan proses yang lebih singkat dengan kemungkinan sifat tanaman yang lebih identik dengan induknya, namun pada mahkota dewa terbukti cara ini tidak sebaik cara generatif dan sering menemui kegagalan. Perbanyakan melalui biji memang memerlukan waktu lama, tetapi dapat dibiakkan dalam jumlah banyak dengan proses pertumbuhan yang seragam.

Perakaran yang dihasilkan lebih kuat sehingga tanaman tidak mudah roboh. Perbanyakan dengan biji memerlukan penyemaian. Perhatikan biji yang akan disemai, media semai, serta cara merawat persemaian hingga muncul tunas baru pada biji. Biji diperoleh dari buah yang sudah benar-benar matang dan masih segar. Ciri-ciri buah yang bijinya dapat digunakan sebagai benih adalah berwarna merah sempurna, bagian luarnya sedikit lunak namun terasa padat ketika ditekan, tidak kempes, dan tidak cacat karena dimakan ulat.

Pengambilan biji dari dalam buah menggunakan pisau yang tumpul agar biji tidak pecah dan rusak. Setelah dikeluarkan dari dalam buah, biji dapat langsung ditanam tanpa melalui proses dormansi (pengistirahatan) atau melalui proses pengeringan selama satu hari. Media untuk penyemaian harus memiliki sifat ringan, murah, mudah didapat, gembur, subur, dan memungkinkan pertumbuhan bibit yang optimal. Contoh-contoh media persemaian yang terbaik meliputi kombinasi tanah dan kompos, tanah dan serbuk gergaji, serta tanah dan sekam padi.

Baca juga :

Wadah penyemaian sebaiknya menggunakan polybag atau planterbag. Perhatikan kelembapan media tanam selama proses penyemaian. Tunas daun yang baru akan muncul setelah benih berusia dua minggu. Bibit dari persemaian dapat dipindahtanamkan ke media baru setelah berumur 2 bulan atau telah mencapai ukuran tinggi 10 – 15 cm. Apabila Anda ingin mencoba peruntungan dengan melakukan perbanyakan melalui cangkok, berikut caranya. Pilih batang tanaman yang sudah tua.

Diamkan selama satu hari sampai getah mengering. Setelah getah kering, beri hormon perangsang akar sebelum menutupnya dengan media tanam. Jika proses perbanyakan ini dilakukan pada musim kemarau, sebaiknya cangkokkan sering-sering disiram. Untuk mempercepat pertumbuhan akar, kurangi daun dan cabang agar tidak terlalu lebat. Bibit hasil cangkok sudah dapat dipindah ke media tanam setelah melewati usia 6 – 8 minggu.

Penanaman

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.6

Langkah awal sebelum melakukan proses penanaman bibit mahkota dewa adalah melakukan persiapan berupa pengolahan lahan. Pengolahan lahan disesuaikan dengan tujuan pembudidayaan. Untuk pembudidayaan skala besar, pengolahan lahan berupa penggemburan tanah serta pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 20 ton per hektar. Oleh karena mahkota dewa termasuk jenis tanaman keras, maka membutuhkan lubang tanam minimal berukuran 30 x 30 x 30 cm.

Buat tumpukan yang terpisah antara tanah galian bagian atas dengan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam terbuka selama minimal satu minggu agar terkena udara luar, sinar matahari, dan hujan. Untuk tujuan pembudidayaan berskala kecil, dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terlalu luas ataupun menggunakan pot/planterbag. Untuk penanaman di lahan pekarangan, pengolahan tanah tentunya tetap diperlukan, hanya saja pemberian pupuk dasar tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas lahan.

Lubang tanam yang perlu dipersiapkan berukuran 50 x 50 x 50 cm. Pastikan bahwa lahan yang dipilih mendapatkan sinar matahari yang cukup. Penanaman di dalam pot atau planterbag memiliki keuntungan bahwa tanaman dapat dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan, bahkan diletakkan di dalam ruangan yang memiliki pencahayaan cukup apabila tujuan penanamannya adalah sebagai tanaman hias. Ukuran pohon juga dapat dikendalikan.

Langkah awal penanaman di dalam pot/planterbag adalah mempersiapkan media tanam yang merupakan campuran dari tanah, sekam atau pasir, dan pupuk kandang kering atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ukuran pot disesuaikan dengan besar bibit, diameter antara 30 – 65 cm, tinggi minimal 40 cm. Pastikan bahwa pot atau planterbag memiliki lubang drainase yang baik.

Penanaman di kebun atau di pekarangan dapat dilakukan dengan dua cara. Cara praktis adalah dengan melubangi bagian bawah polybag persemaian kemudian langsung memasukkannya ke dalam lubang tanam yang sudah siap. Dengan cara ini, media persemaian dan perakaran tetap utuh. Cara kedua adalah dengan melepaskan polybag sebelum dimasukkan ke lubang tanam. Cara ini memerlukan kehati-hatian agar media persemaian dan perakaran yang sudah terbentuk tidak sampai rusak.

Adapun penanaman di dalam pot sebagai berikut. Masukkan media tanam yang sudah disiapkan ke dalam pot, sirami sampai basah, kemudian tunggu 1 – 2 jam. Buat lubang kecil di bagian tengah sebesar ukuran polybag persemaian. Masukkan bibit yang sudah dipisahkan dari polybagnya dalam posisi tegak lurus tepat di tengah lubang, tekan media tanam di sebelah kanan dan kiri batang pokok hingga bibit tidak lagi goyah, sirami lagi dengan air. Letakkan pot atau planterbag di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Perawatan

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.8a

Perawatan tanaman mahkota dewa meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, penyiangan, dan penyulaman. Dalam masa pertumbuhan, bibit sangat memerlukan air. Oleh karena itu, sejak tanaman dipindahtanamkan hingga berumur 6 bulan, sirami secara teratur satu atau dua kali sehari tergantung kondisi lahan/media tanam dan cuaca. Apabila hujan, penyiraman tidak diperlukan. Setelah tanaman mencapai usia 6 bulan lebih, penyiraman tidak lagi diperlukan karena perakaran sudah dalam.

Pemupukan rutin dilakukan sebulan sekali dengan takaran sesuai kebutuhan lahan. Hindari penggunaan pupuk anorganik karena dapat menimbulkan residu kimia yang akan memengaruhi efek farmakologis pada buah, mengingat buah mahkota dewa merupakan produk bahan baku obat-obatan. Gunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang atau kompos atau bokashi. Dapat juga menggunakan pupuk organik kemasan yang sudah diformulasi khusus dan aman digunakan.

Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk sehingga memperindah penampilan tanaman, menjaga ketinggian dan ukuran tanaman, dan membuang dahan yang tidak perlu guna merangsang pertumbuhan bunga dan tunas baru. Selain itu, pemangkasan juga dapat mencegah serangan hama dan penyakit. Penyiangan harus dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Tujuannya untuk menyingkirkan gulma dan tanaman pengganggu lainnya di sekeliling tanaman.

Tanaman-tanaman pengganggu ini tidak hanya dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari dalam tanah, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuhnya hama dan penyakit. Sedikitnya penyiangan perlu dilakukan 3 – 4 kali dalam setahun. Penyulaman perlu dilakukan pada tanaman yang pertumbuhannya kurang baik, tidak normal, atau bahkan mati. Terutama sekali pada tanaman yang terkena hama dan penyakit sebagai langkah pencegahan penyebarannya. Ganti dengan tanaman baru yang kondisinya lebih baik.

Penanggulangan hama dan penyakit

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.14

Hama yang seringkali ditemukan pada tanaman mahkota dewa, antara lain, belalang, kutu putih, dan ulat buah. Di antara ketiga jenis hama tersebut, ulat buah paling jarang ditemukan menyerang tanaman mahkota dewa. Kemungkinan, kandungan kimia (racun) dalam tanaman ini menjadi suatu bentuk mekanisme pertahanan diri yang alami dari tanaman ini terhadap serangan musuh-musuh alaminya. Belum ada laporan yang menyebutkan mengenai serangan penyakit-penyakit penting pada mahkota dewa.

Baca juga :

Kadang beberapa gejala serangan penyakit tampak meskipun terbatas. Penyakit yang mungkin muncul adalah busuk buah yang disebabkan oleh jamur Phytophtora infestans. Penyebabnya adalah tanaman terlalu ternaungi, terlalu rimbun, atau terlalu tergenang. Sama seperti pemberian pupuk, penanggulangan hama dan penyakit pada mahkota dewa sebaiknya tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Dikhawatirkan penggunaan bahan-bahan kimia akan memberi dampak negatif pada farmakologis tanaman serta mengurangi kualitasnya sebagai bahan obat-obatan.

Pemanenan

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.10

Panen mahkota dewa harus memerhatikan bagian apa yang akan dipanen. Bagian-bagian dari tanaman mahkota dewa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat adalah daun, kulit buah, daging buah, cangkang, dan biji. Masing-masing bagian memiliki khasiat yang berbeda. Akar tanaman ini belum terbukti memiliki khasiat dalam pengobatan. Daun mahkota dewa dapat mengandung zat-zat antialergi sehingga dapat digunakan sebagai obat gatal-gatal.

Pengolahannya dapat dengan cara dikeringkan dahulu atau masih dalam bentuk segar. Daun kemudian ditumbuk atau digiling untuk ditempelkan pada tempat-tempat yang gatal. Memanen daun sebaiknya memilih yang segar dan bebas penyakit. Pilih daun yang cukup tua, cirinya bentuknya paling besar dibandingkan daun yang lain. Dengan perawatan rutin selama masa pertumbuhan, tunas bunga mahkota dewa akan muncul setelah tanaman berusia 12 bulan sejak dipindahtanamkan.

Buah matang dalam waktu 2 bulan sejak munculnya bunga. Ciri-ciri buah matang dan siap petik adalah kulitnya berwarna merah dan berbau manis seperti aroma gula pasir. Segera petik, jangan biarkan buah busuk di pohon. Untuk pengolahan lebih lanjut, pilih buah yang tidak memiliki cacat sekecil apapun. Seluruh bagian buah dapat dimanfaatkan setelah diolah terlebih dahulu.

Pengolahan pascapanen

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.15

Tindakan pascapanen meliputi penyortiran, pencucian, pemotongan, pengeringan, penyangraian, dan perebusan. Semua tindakan ini harus segera dilakukan karena penundaan dapat memengaruhi khasiat buah mahkota dewa. Penyortiran dilakukan dengan memilih buah yang matang sempurna dan sama sekali tidak memiliki cacat. Cacat sekecil apapun dapat menurunkan kualitas buah. Setelah disortir, buah yang sudah dipilih dicuci dengan air bersih yang mengalir, lalu diangin-anginkan selama satu hari.

Seperti halnya daun, kulit buah dapat digunakan dalam kondisi segar, tetapi bagian-bagian buah yang lain harus melalui proses pengeringan. Tujuan pengeringan selain mempermudah pengolahan, juga untuk pengawetan. Tindakan pengawetan diperlukan agar produk dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain pengeringan, pengawetan dapat dilakukan dengan cara pendinginan dan pengalengan. Cara pengeringan lebih banyak digunakan.

Pengeringan bertujuan mengurangi kadar air sehingga bakteri jahat atau mikroba perusak tidak dapat berkembang biak. Dengan demikian, masa penyimpanan produk dapat lebih panjang. Cara pengeringan adalah dengan menjemur buah di bawah sinar matahari sambil sering dibolak-balik. Buah dijemur dalam kondisi utuh atau dipotong-potong terlebih dahulu. Pengeringan buah dalam kondisi utuh memang agak sulit, tetapi mempermudah konsumsi.

Konsumen dari luar negeri biasanya memesan produk mahkota dewa yang sudah dikeringkan dalam kondisi utuh agar dapat mengenalinya dengan mudah melalui penampilan buah. Untuk konsumsi dalam negeri, biasanya buah dipotong-potong dahulu sebelum dikeringkan. Proses pengeringan berlangsung sekitar 3 – 4 hari. Ciri-ciri buah yang sudah kering adalah beratnya berkurang. Jika berat dalam kondisi segar 1 kg, setelah pengeringan hanya 2 – 3 ons atau terjadi penyusutan sekitar 70 – 80%.

Kondisi pengeringan yang tepat menentukan hasil yang bermutu tinggi. Setelah dikeringkan, buah mahkota dewa dapat langsung direbus atau diproses lagi menjadi produk instan. Lama perebusan tidak berdasarkan patokan waktu. Tanda berakhirnya proses perebusan adalah jika jumlah air yang digunakan untuk merebus sudah berkurang atau menyusut, biasanya hingga separuh dari jumlah semula. Agar dapat berkurang sebanyak itu, setelah mendidih rebusan tetap diletakkan di atas api dengan nyala kecil.

Baca juga :

Bagian-bagian yang digunakan untuk bahan perebusan dan olahan instan adalah kulit, daging, dan cangkang. Cangkang memiliki khasiat yang lebih tinggi daripada kulit dan daging, namun kulit dan daging merupakan bagian yang paling banyak digunakan. Adapun biji tidak direbus, melainkan disangrai sampai gosong setelah dikeringkan. Hasilnya kemudian ditumbuk untuk dijadikan obat oles. Oleh karena biji merupakan bagian yang paling beracun dari tanaman mahkota dewa, maka pengolahannya hanya untuk obat luar, bukan untuk diminum atau dimakan.

Manfaat

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.7a

Tanaman ini diberi nama mahkota dewa karena kemampuannya dalam menyembuhkan berbagai penyakit dianggap super. Berbagai bangsa di Asia, Eropa, dan Amerika sudah mulai melirik khasiat tanaman ini sebagai obat yang manjur. Di beberapa negara sudah mulai dibudidayakan untuk tujuan pengobatan dan penelitian. Diolah dalam berbagai bentuk sebagai obat dalam yang dimakan atau diminum dan obat luar yang dioleskan. Tanaman ini juga memiliki nama lain, seperti makuto rojo, obat dewa, pau (obat pusaka), crown of god, dan simalakama (Melayu).

Khasiat mahkota dewa yang luar biasa disebabkan oleh kandungan zat-zat aktif yang terdapat di dalamnya. Kandungan zat aktif tersebut meliputi alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol (lignan). Berikut manfaat dari masing-masing zat aktif tersebut.

  • Alkaloid bersifat detoksifikasi, dapat menetralkan racun di dalam tubuh dan menangkal bakteri. Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun yang mengendap di dalam tubuh. Umumnya racun dalam tubuh mengendap di usus dan dapat menimbulkan berbagai penyakit.
  • Saponin bermanfaat sebagai sumber antibakteri dan antivirus, meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, dan mengurangi penggumpalan darah. Antivirus meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat mengobati flu dan batuk, juga dapat mengobati hepatitis. Antibakteri dapat menyembuhkan disentri.
  • Flavonoid dapat melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol, mengurangi timbunan lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner, mengandung antiinflamasi (antiradang), membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi perdarahan atau pembengkakan, sebagai antioksidan, meningkatkan sistem metabolisme, serta menurunkan kadar asam urat yang tinggi. Salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh buruknya sistem metabolisme tubuh adalah penurunan kognitif tubuh. Antioksidan menangkal radikal bebas sehingga dapat mengobati tumor, yaitu benjolan tidak normal yang tumbuh di dalam tubuh, dan mencegah kanker maupun penyebarannya. Alirah darah yang lancar membuat kerja jantung lebih baik dan terhindar dari penyakit jantung koroner.
  • Polifenol berfungsi sebagai antihistamin (antialergi), terutama alergi pada makanan, dan mengobati gatal-gatal. Antihistamin merupakan zat penangkal alergi yang disebabkan oleh histamin, gejalanya seperti gatal-gatal, biduran, selesma, dan sesak napas.
  • Tannin, bersama-sama dengan zat-zat yang lain membentuk aktivitas antikanker dan antioksidan.

Selain kandungan zat dan fungsinya di atas, mahkota dewa juga dapat berperan sebagai oksitoksin atau sintusinom yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga persalinan berlangsung lancar. Adapun zat-zat yang telah disebutkan di atas terkandung dalam bagian-bagian tanaman sebagai berikut.

  • Kulit buah mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid.
  • Daging buah mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol.
  • Cangkang biji mengandung mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, dan tannin.
  • Biji mengandung flavonoid dan tannin.
  • Daun mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignan)

Berbagai eksperimen membuktikan bahwa tanaman yang memiliki aktivitas antimikroba seperti mahkota dewa menunjukkan potensi antikanker karena toksisitas yang dimiliki dapat bekerja terhadap fase tertentu dari siklus sel tumor. Sedianya aktivitas ini merupakan mekanisme perlindungan atau pertahanan diri dari tanaman ini terhadap serangan hama dan penyakit. Adapun golongan-golongan senyawa yang berkaitan dengan aktivitas antikanker dan antioksidan, antara lain, alkaloid, terpenoid, polifenol, flavonoid, dan risin.

Terbukti bahwa tanaman mahkota dewa memiliki aktivitas tersebut. Pemanfaatan tanaman mahkota dewa sebagai bahan obat dapat digunakan sendirian atau dicampur dengan ramuan tanaman obat lainnya dan obat dokter. Berikut contoh-contoh pemanfaatan mahkota dewa untuk mengobati berbagai penyakit.

  1. Untuk detoksifikasi, rebus buah mahkota dewa tanpa biji. Minum air rebusannya satu minggu sekali. Racun akan keluar melalui urin, feses, dan keringat.
  2. Untuk menjaga dan meningkatkan vitalitas, rebus buah mahkota dewa kering. Minum satu jam sebelum melakukan hubungan suami istri.
  3. Untuk penderita diabetes, siapkan lima buah mahkota dewa, iris tipis-tipis. Rebus dalam lima gelas air bersih. Sisakan sampai setengahnya. Minum tiga kali sehari.
  4. Untuk menghindari berbagai penyakit akibat inflamasi, perlu mengonsumsi mahkota dewa secara rutin.
  5. Untuk mengobati gatal-gatal, giling atau tumbuk daun mahkota dewa. Tempelkan pada bagian yang gatal. Ganti tiga kali sehari.
  6. Untuk pengobatan disentri, siapkan 6 gr kulit buah mahkota dewa kering dan 5 gelas air bersih. Rebus sampai mendidih dan tinggal setengahnya. Minum 3 kali sehari.
  7. Untuk pengobatan hepatitis, siapkan 5 gr daging buah mahkota dewa, 15 gr pegagan, 10 gr sambiloto kering, 15 gr daun dewa, dan 5 gelas air bersih. Campur semua bahan, rebus hingga tersisa 3 gelas saja. Minum 3 kali sehari.

Efek samping

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.16

Sekalipun terbukti memiliki banyak khasiat, bukan berarti mahkota dewa dapat dikonsumsi begitu saja. Terkadang ada yang mengonsumsi buah mahkota dewa seperti mengonsumsi jambu, langsung dimakan begitu saja atau diberi bumbu sambal dan dimakan seperti rujak. Tindakan semacam ini sangat berbahaya. Racun pada mahkota dewa dapat menimbulkan efek samping yang serius.  Mulai dari munculnya luka-luka di bibir dan mulut, mati rasa di lidah, mabuk, pusing, hingga keracunan yang serius.

Memakan buah ini mentah-mentah dapat menimbulkan rasa pusing yang hebat. Bijinya apabila tergigit akan menyebabkan lidah kaku, mati rasa, dan meriang. Gejala keracunan diawali dengan bibir bengkak dan pecah-pecah, timbul luka di rongga mulut, terasa mual dan muntah.

Baca juga :

 

Prinsip pemanfaatan mahkota dewa dalam pengobatan

Pusat-Distributor-Grosir-Eceran-Jual-Bibit-Tanaman-Buah-Mahkota-Dewa-Murah-online-di-kota-kabupaten.18

Walaupun mahkota dewa terbukti bermanfaat dalam pengobatan, akan tetapi masih jarang yang membudidayakan tanaman ini dalam skala besar. Minimnya perkebunan dan industri besar berkaitan dengan tanaman obat ini signifikan dengan minimnya masalah lingkungan yang ditimbulkan.

Permasalahan seputar tanaman mahkota dewa yang banyak muncul seputar kebiasaan-kebiasaan dalam pembudidayaan dan pemanfaatan tanaman ini. Misalnya, kebiasaan memanen secara bersamaan ketika harga bagus tanpa memerhatikan kualitas buah serta penanaman terlalu muda sehingga buahnya tidak sesuai standar dan tidak dapat diproduksi sebagai obat. Permasalahan lain adalah penggunaannya tanpa memerhatikan efek samping dan kebutuhan pengobatan.

Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi mahkota dewa sebagai obat, yaitu pantangan, anjuran, dan psikologi penderita. Sekalipun khasiatnya tinggi, ramuan obat herbal dari mahkota dewa tetap membutuhkan interval waktu tertentu agar tercapai titik optimal dalam periode pengobatan. Terapkan prinsip pembudidayaan dan penggunaan mahkota dewa sebagai berikut.

  1. Pembudidayaan mahkota dewa sebagai tanaman obat harus mempertimbangkan aspek keamanan produk untuk dikonsumsi.
  2. Resep pengobatan herbal harus didasarkan pada penggunaan yang sesuai dengan hasil penelitian dan terbukti secara empiris aman.
  3. Daging buah mahkota dewa kering hanya digunakan sebanyak 5 – 6 iris per hari dan diolah dengan cara direbus atau diseduh dengan air panas. 1 buah mahkota dewa biasanya dapat dibuat menjadi 10 – 20 iris.
  4. Bila kondisi penderita sangat berat dan perlu penanganan lebih serius, pemberian dengan dosis lebih besar dapat dipertimbangkan selama digunakan dalam waktu terbatas dan diikuti dengan pemantauan perkembangan.
  5. Produk-produk mahkota dewa digunakan hanya untuk pengobatan, bukan untuk pemelihara kesehatan. Jadi, sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka panjang.

Demikian serba-serbi pembudidayaan dan pemanfaatan tanaman mahkota dewa. Semoga dapat memperkaya pengetahuan Anda dan membantu kesuksesan dalam pembudidayaan tanaman obat ini.

Untuk mendapatkan bibit tanaman mahkota dewa yang baik, Anda dapat mengunjungi laman kami di www.samudabibit.com atau langsung berkunjung ke kebun bibit kami di Perum Bumi Saraswati Desa Gaum Kecamatan Karanganyar Jawa Tengah. Kami menyediakan bibit mahkota dewa baik untuk penjualan satuan maupun secara grosir dengan harga yang bersahabat. Kami juga melayani pembelian secara online berikut pengiriman langsung ke alamat tujuan.

Di samping bibit tanaman obat seperti mahkota dewa, kami juga menyediakan berbagai bibit tanaman perkebunan ataupun tanaman buah kegemaran dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan dan berbagai keperluan penunjang keberhasilan Anda dalam bercocok tanam, seperti pupuk dan obat-obatan, juga alat-alat perkebunan.

Incoming search terms:

  • Media matkota dewa pot
  • tanaman bajang untuk obat gatal hidupnya merambat bentuk daun bulat dan keras

Produk terbaru

Rekening Bank

3270296652 a.n. Dwi Setiawan
138-00-1490645-2 a.n. Dwi Setiawan
0395463300 a.n. Dwi Setiawan
0149-01-044031-50-2 a.n. Dwi Setiawan

Pengiriman