( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Tips Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Jeruk

Tuesday, October 9th 2018.

Tips Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Jeruk

Ketika Anda menanam jeruk jenis apapun, terutama jenis-jenis komersial, tentunya mengharapkan hasil yang baik. Tanaman yang tumbuh dengan sehat, cepat berbuah, buahnya banyak, dan memiliki masa produktif yang panjang. Akan tetapi, ada kalanya serangan hama dan penyakit tidak dapat dihindarkan.

Pusat Distributor Grosir Eceran Jual Bibit Tanaman Buah Jeruk Sunkist Langka online murah di kota kabupaten 4

Pengetahuan tentang cara pencegahan dan penanggulangan hama dan penyakit tentu sangat diperlukan. Untuk mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan hama dan penyakit tanaman jeruk yang tepat sesuai dengan jenis jeruk yang kita tanam, mari pelajari dahulu apa saja hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman jeruk.

Hama

Hama ini menyerang tanaman jeruk dari semua jenis pada bagian tangkai, kuncup daun, tunas, dan daun muda. Akibat dari serangan hama ini, tunas menjadi keriting dan lalu mati. Cara mengatasi hama kutu loncat adalah dengan memberikan insektisida berbahan aktif dimethoate, monocrotophos, dan endolsufan. Caranya dengan disemprotkan menjelang dan saat muncul tunas. Buanglah bagian-bagian tanaman yang sudah terlanjur diserang.

  • Kutu daun (Toxoptera citricus aurantii dan Aphis gossypia)

Hama ini menyerang tunas muda dan bunga pada semua jenis jeruk. Ciri-ciri tanaman jeruk yang diserang kutu daun adalah daunnya menggulung dan terdapat bekas yang menetap sampai tanaman dewasa. Cara mengatasi hama ini adalah dengan memberikan insektisida berbahan aktif methidathion, dimethoate, diazinon, phosphamidon, dan malathion.

Tips Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Jeruk 1

  • Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella)

Hama ini menyerang daun muda pada semua jenis tanaman jeruk. Cirinya pada daun tanaman yang diserang tampak alur melingkar transparan atau keperakan. Selain itu, tunas dan daun muda tampak mengerut, menggulung, lalu rontok. Berikan insektisida dengan bahan aktif methidathion, malathion, dan diazinon untuk mengatasi hama ini. Selanjutnya, petik semua daun dan tunas yang sudah terserang hama lalu benamkan dalam tanah. Pada masa pembibitan, celupkan mata tempel ke dalam 1000 ppm Streptomycin selama satu jam.

  • Tungau (Tenuipalsus sp., Eriophyes sheldoni tetranychus sp.)

Hama ini menyerang tangkai, daun, dan buah dari semua jenis jeruk. Ciri-ciri tanaman yang terserang hama ini adalah terdapat bercak keperakan atau kecoklatan pada buah dan warna kuning atau coklat pada daun. Dapat diatasi dengan pemberian insektisida berbahan aktif propargite, cyhexation, dicofol, dan oxythioquimox.

  • Penggerek buah (Citripestis sagittiferella)

Hama ini menyerang buah jeruk. Ciri-cirinya adalah terdapat lubang yang mengeluarkan getah pada buah jeruk. Cara mengatasinya dengan memberikan insektisida berbahan aktif methomyl dan methidathion. Semprotkan insektisida tersebut pada buah yang berumur 2 – 5 minggu.

  • Kutu pengisap daun (Helopeltis antonii)

Hama ini menyerang tunas dan buah yang masih muda. Akibat serangan hama ini, pada tunas dan buah muda tampak ada bercak coklat kehitaman dengan bagian pusat lebih terang. Akibat lainnya pada buah adalah keluarnya cairan buah yang kemudian menjadi nekrosis. Hama ini dapat diatasi dengan memberikan insektisida berbahan aktif fenitrotionmothion, fenithion, metamidofos, dan methomil.

  • Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)

Hama ini menyerang kuncup bunga pada tanaman jeruk manis dan jeruk besar. Ciri-cirinya adalah adanya bekas lubang bergaris tengah 0,3 – 0,5 cm, bunga mudah rontok, dan buah muda gugur sebelum menjadi tua. Cara mengatasinya dengan memberikan insektisida berbahan aktif methomyl dan methidathion. Kemudian, buang bagian yang sudah terlanjur diserang.

  • Thrips (Scirtotfrips citri)

Hama ini menyerang tangkai dan daun muda. Akibat serangan hama ini adalah helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, dan pada bagian ujung tunas menghitam lalu kering dan gugur. Bekas lukanya berwarna coklat keabu-abuan disertai nekrosis. Untuk mencegah datangnya hama ini, jaga tajuk tanaman tidak terlalu rapat, biarkan sinar matahari masuk ke tajuk. Hindari pula penggunaan mulsa jerami. Adapun untuk mengatasi hama yang sudah terlanjur datang adalah dengan memberikan insektisida berbahan aktif difocol atau Z-proporgite pada masa bertunas.

  • Kutu dompolan (Planococcus citri)

Hama ini menyerang tangkai buah. Menimbulkan bekas warna kuning pada tangkai, lalu tangkai mengering. Akibatnya buah gugur sebelum waktunya. Atasi dengan pemberian insektisida berbahan aktif methomyl, triazophos, carbaryl, dan methidathion. Tindakan lain sebagai pencegah meluasnya wilayah serangan kutu adalah dengan mencegah datangnya semut. Semut dapat memindahkan kutu ke bagian lain tanaman dan menyerang bagian tanaman tempatnya ditinggalkan oleh semut.

  • Lalat buah (Dacus sp.)

Hama ini menyerang buah yang hampir masak. Ciri-ciri buah yang diserang lalat buah adalah terdapat lubang kecil di bagian tengah, gugurnya buah, dan ditemukannya belatung kecil di dalam daging buah. Atasi dengan insektisida fenthion dan dimethoate, dicampur feromon methyl-eugenol atau protein hydrolisate.

Tips Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Jeruk 2

  • Kutu sisik (Lepidosaphes beckii unaspis citri)

Hama ini menyerang daun, buah, dan tangkai. Serangan ringan mengakibatkan daun menguning, terdapat bercak khlorotis, dan terjadinya gugur daun. Adapun serangan berat mengakibatkan ranting dan cabang mengering, kulit retak, dan buah gugur. Berikan pestisida diazinon, phosphamidon, dichlorophos, dan methidathion.

  • Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes)

Hama ini menyerang daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Akibat serangan hama ini, daun gugur dan ranting muda mati. Cara mengatasi serangan hama ini adalah dengan memperbaiki sanitasi kebun, mengurangi kelembapan perakaran, dan memberikan insektisida berbahan aktif carbaryl dan diazinon.

Penyakit

  • CVPD

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebarkan oleh kutu loncat (Diaphorina citri). Bagian tanaman yang diserang adalah silinder pusat batang (phloem). Gejala serangan penyakit ini, antara lain, daun menjadi kecil-kecil dan berbentuk lancip, buah kecil-kecil dan rasanya asam, biji busuk, dan pangkal buah berwarna jingga. Dapat ditangani dengan membasmi hama pembawa bakteri (kutu loncat) dan sanitasi kebun yang baik. Adapun sebagai pencegahan, pastikan bahwa bibit yang Anda pilih tidak membawa CVPD. Pastikan pula bahwa di sekitar area lahan yang Anda pilih sebagai tempat penanaman atau budi daya jeruk (dalam radius kurang lebih 5 km) tidak ada tanaman yang terkena CVPD.

Tips Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Jeruk 3

  • Tristeza

Penyakit ini disebabkan oleh virus Citrus tristeza yang disebarkan oleh kutu daun Toxoptera. Penyakit ini dapat ditemukan pada tanaman jeruk manis, jeruk nipis, dan jeruk besar. Juga ditemukan menyerang batang bawah dari tanaman jeruk jenis Japanese citroen. Gejalanya, antara lain, terjadi lekuk batang, daun kaku memucat, terjadi vena daun, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan memerhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman yang terlanjur diserang, dan mengendalikan persebaran hama pembawa virus dengan insektisida.

  • Woody gall (vein enation)

Penyebab penyakit ini adalah virus Citrus vein enation dengan vektor penyebar penyakit kutu daun Toxoptera citridus dan Aphis gossypii. Tanaman yang diserang, antara lain, jeruk nipis, jeruk manis, jeruk siam, rough lemon, dan sour orange. Gejalanya, timbul benjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Cara mengatasi, di samping membasmi hama pembawa virus dengan insektisida, adalah memerhatikan sanitasi lingkungan dan memastikan bahwa bibit yang ditanam bebas dari virus tersebut.

  • Blendok

Penyebab penyakit ini adalah jamur Diplodia natalensis. Penyakit ini menyerang batang atau cabang tanaman jeruk dengan gejala kulit pada ketiak cabang mengeluarkan gom yang menarik perhatian kumbang. Warna kayu menjadi keabu-abuan, kulitnya mengering, dan mengelupas. Potonglah cabang yang terinfeksi. Beri karbolineum atau fungisida Cu dan Benomyl dua kali setahun pada bekas potongan cabang.

  • Embun tepung

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Odidium tingitanium. Bagian tanaman yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Gejala penyakit ini adalah adanya tepung berwarna putih pada daun dan tangkai muda. Penyakit ini dapat diatasi dengan pemberian fungisida berbahan aktif pyrazophos dan bupirimate.

Tips Pemberantasan Hama dan Penyakit pada Tanaman Jeruk 4

  • Kudis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Sphaceloma fawcetti yang menyerang daun, tangkai, dan buah. Gejalanya berupa adanya bercak kecil jernih yang berangsur berubah menjadi gabus berwarna kuning atau jingga. Atasi dengan pemangkasan yang teratur dan penggunaan fungisida berbahan aktif dithiocarbamate atau benomyl.

  • Busuk buah

Penyakit ini disebabkan oleh Penicillium sp., Phytophtora citriphora, dan Botryodiplodia theobromae. Penyakit ini menyerang segala jenis jeruk pada buahnya. Gejalanya berupa adanya tepung padat berwarna hijau kebiruan di kulit buah. Penanganannya pada buah yang sudah dipanen adalah dengan menghindari kerusakan mekanis pada buah, celup buah yang sudah dipanen ke dalam air panas atau fungisida benomyl, dan melakukan pelilinan buah. Untuk langkah pencegahan dan penanganan pada pohonnya adalah dengan memangkas bagian bawah pohon, secara rutin.

  • Busuk akar dan pangkal batang

Penyebab penyakit ini adalah jamur Phyrophthoranicotianae yang menyerang akar dan pangkal batang. Ciri-ciri pohon yang terserang adalah daun yang berada di ujung dahan berwarna kuning, tunas tidak segar, dan tanaman kering. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengolahan tanah dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, dan pembibitan yang cermat. Pastikan bahwa tinggi tempelan untuk pembibitan minimal 20 cm dari tanah.

  • Buah gugur prematur

Penyebab penyakit ini adalah jamur Fusarium sp., Colletotrichum sp., dan Alternaria sp.. Bagian tanaman yang diserang adalah buah dan bunga. Gejalanya buah gugur pada masa 2 – 4 minggu sebelum panen. Penyakit ini dapat diberantas dengan pemberian fungisida benomyl atau caprafol.

  • Jamur upas

Penyebab penyakit ini adalah jamur Upasia salmonicolor yang menyerang tanaman jeruk pada bagian batang. Gejalanya berupa retakan melintang pada batang, keluarnya gom, serta batang mengering dan sulit dikelupas. Cara mengatasinya adalah dengan mengupas kulit yang kering, kemudian menyapukan fungisida carbolineum ke seluruh permukaan bagian kulit tersebut. Potonglah cabang yang terinfeksi agar penyakit tidak meluas.

  • Kanker

Penyebab kanker pada tanaman jeruk adalah bakteri Xanthomonas campestris. Penyakit ini menyerang daun, tangkai, dan buah jeruk dari semua jenis. Tandanya berupa bercak kecil berwarna hijau gelap atau kuning sepanjang tepi bagian tanaman yang diserang. Luka tersebut kemudian membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3 – 5 mm. Tangani dengan pemberian fungisida Cu.

 

Demikian macam-macam hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman jeruk beserta tips pencegahan dan penanggulangannya.

Pusat Distributor Grosir Eceran Jual Bibit Tanaman Buah Jeruk Sunkist Langka online murah di kota kabupaten 6

Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda para pembudidaya dan pehobi tanaman jeruk, baik yang menanamnya di lahan perkebunan secara komersil, maupun sebagai tanaman kesayangan di halaman rumah dan dalam pot.

Untuk mendapatkan insektisida dan fungisida serta pupuk yang baik bagi tanaman jeruk, Anda dapat menghubungi kami di www.samudrabibit.com atau berkunjung langsung ke kebun kami di Perumahan Bumi Saraswati, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar untuk melihat cara kami menanggulangi hama dan penyakit pada tanaman-tanaman contoh dan bibit yang kami kembangkan.

 

Incoming search terms:

  • tunas muda pada tanaman jeruk diserang hama
  • penyakit kudis tanaman jeruk

Produk terbaru

Rekening Bank

3270296652 a.n. Dwi Setiawan
138-00-1490645-2 a.n. Dwi Setiawan
0395463300 a.n. Dwi Setiawan
0149-01-044031-50-2 a.n. Dwi Setiawan

Pengiriman